PSIS ancam pidanakan pemalsu tiket
Kamis, 27 Maret 2014 - 18:50 WIB
PSIS ancam pidanakan pemalsu tiket
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen PSIS Semarang bertekad untuk memerangi peredaran tiket palsu selama menjadi tuan rumah dalam pertandingan kompetisi Divisi Utama 2014. Dengan beredarnya tiket palsu, tidak saja merugikan pemasukan tim.
Namun bisa berbuah sanksi jika penonton sampai membeludak di sintelban stadion. Pengurus beberapa waktu lalu sudah merasakan dampak dari penjualan tiket palsu saat laga uji coba PSIS melawan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, yang berimbas pada sesaknya stadion.
Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali. Sebenarnya panitia pelaksana (panpel) di Solo dan Sleman yang sudah pernah dijajaki Evan Dimas dkk. sudah mengingatkan adanya tiket palsu yang dibuat di dalam mobil beberapa jam sebelum pertandingan.
Rupanya, tiket sudah keburu beredar di tribun wilayah timur sekitar 8.000 lembar dengan harga tiket Rp30.000. Hal itu menyebabkan tribun timur sesak penuh penonton. Untungnya, itu laga uji coba, jadi hanya ditegur oleh PSSI. Jika kompetisi resmi, PSIS bisa dikenai sanksi.
Direktur Utama PT. Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi mengatakan, tiket palsu tersebut diketahui diedarkan oleh calo. Pihaknya saat itu memang bersama dengan aparat kepolisian sudah mengamankan beberapa calo dan setelah memberikan peringatan kemudian dilepas.
''Kalau pertandingan di Divisi Utama nanti, akan kami proses hukum. Bisa dikenai pidana kurangan penjara 6 bulan sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen,''tandas pemilik nama asli AS Sukawijaya ini, Kamis (27/3).
Yoyok mengaku baru kali pertama ini dirinya selama mengurus sepak bola menemukan tiket palsu sampai 8.000-an lembar. Jika dirupiahkan, pemalsu tiket bisa mengantongi keuntungan Rp200 juta lebih. Selama ini, tribun sisi timur memang menjadi langganan pemalsuan karena letaknya cukup strategis berada di seberang VIP.
Sedangkan di utara dan selatan, yang merupakan banyak diisi oleh supertor Panser Biru dan Snex, tidak ada tiket palsu karena sudah dijual melalui koordinator wilayah masing-masing.
''Nggilani kok. Solusinya, tiket jangan dibeli dari calo. Kami akan terus memerangi ini karena jika penonton melebihi kapasitas bisa kena sanksi,''ujarnya.
Publik di Kota Semarang dan sekitarnya bakal segera menikmati atmosfer kompetisi Divisi Utama 2014 setelah PT. Liga Indonesia merilis jadwal pertandingan sementara di fase Grup 4. PSIS dalam laga kandang perdana dijadwalkan pada 15 April akan bertemu tim tetangga, Persipur Purwodadi. Tiga hari kemudian, Mahesa Jenar akan menjamu PSIR Rembang.
Yoyok menjelaskan, Stadion Jatidiri sudah siap untuk menyelenggarakan pertandingan Divisi Utama. Soal rumput lapangan, tidak ada masalah karena sebelumnya sudah dipermak jelang uji coba dengan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri.
Namun bisa berbuah sanksi jika penonton sampai membeludak di sintelban stadion. Pengurus beberapa waktu lalu sudah merasakan dampak dari penjualan tiket palsu saat laga uji coba PSIS melawan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, yang berimbas pada sesaknya stadion.
Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali. Sebenarnya panitia pelaksana (panpel) di Solo dan Sleman yang sudah pernah dijajaki Evan Dimas dkk. sudah mengingatkan adanya tiket palsu yang dibuat di dalam mobil beberapa jam sebelum pertandingan.
Rupanya, tiket sudah keburu beredar di tribun wilayah timur sekitar 8.000 lembar dengan harga tiket Rp30.000. Hal itu menyebabkan tribun timur sesak penuh penonton. Untungnya, itu laga uji coba, jadi hanya ditegur oleh PSSI. Jika kompetisi resmi, PSIS bisa dikenai sanksi.
Direktur Utama PT. Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi mengatakan, tiket palsu tersebut diketahui diedarkan oleh calo. Pihaknya saat itu memang bersama dengan aparat kepolisian sudah mengamankan beberapa calo dan setelah memberikan peringatan kemudian dilepas.
''Kalau pertandingan di Divisi Utama nanti, akan kami proses hukum. Bisa dikenai pidana kurangan penjara 6 bulan sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen,''tandas pemilik nama asli AS Sukawijaya ini, Kamis (27/3).
Yoyok mengaku baru kali pertama ini dirinya selama mengurus sepak bola menemukan tiket palsu sampai 8.000-an lembar. Jika dirupiahkan, pemalsu tiket bisa mengantongi keuntungan Rp200 juta lebih. Selama ini, tribun sisi timur memang menjadi langganan pemalsuan karena letaknya cukup strategis berada di seberang VIP.
Sedangkan di utara dan selatan, yang merupakan banyak diisi oleh supertor Panser Biru dan Snex, tidak ada tiket palsu karena sudah dijual melalui koordinator wilayah masing-masing.
''Nggilani kok. Solusinya, tiket jangan dibeli dari calo. Kami akan terus memerangi ini karena jika penonton melebihi kapasitas bisa kena sanksi,''ujarnya.
Publik di Kota Semarang dan sekitarnya bakal segera menikmati atmosfer kompetisi Divisi Utama 2014 setelah PT. Liga Indonesia merilis jadwal pertandingan sementara di fase Grup 4. PSIS dalam laga kandang perdana dijadwalkan pada 15 April akan bertemu tim tetangga, Persipur Purwodadi. Tiga hari kemudian, Mahesa Jenar akan menjamu PSIR Rembang.
Yoyok menjelaskan, Stadion Jatidiri sudah siap untuk menyelenggarakan pertandingan Divisi Utama. Soal rumput lapangan, tidak ada masalah karena sebelumnya sudah dipermak jelang uji coba dengan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri.
(aww)