Pemain Persepam mangkir, gaji Persegres belum cair
Jum'at, 04 April 2014 - 14:55 WIB
Pemain Persepam mangkir, gaji Persegres belum cair
A
A
A
Sindonews.com - Rehat kompetisi Indonesia Super League (ISL) idealnya dimanfaatkan untuk rileks sekaligus membenahi kekuatan. Namun, tim-tim Jawa Timur (Jatim) justru menghadapi berbagai persoalan sehingga mengganggu persiapan tim untuk lanjutan kompetisi.
Setidaknya, empat tim menghadapi persoalan di luar aspek teknis. Mereka adalah Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Persik Kediri, serta Persepam Madura United. Berbagai problem tengah dihadapi mereka dan berimbas langsung pada program tim.
Persela Lamongan harus berhadapan dengan cedera pemain secara berombongan. Sembilan pemain sempat terganggu kebugaran hingga jadwal uji coba lawan Persebo Bondowoso harus direvisi. Sedangkan Persegres berurusan dengan kurang harmonisnya pelatih dan manajemen.
Persegres juga menghadapi masalah pembayaran gaji yang terlambat dalam dua bulan terakhir. Dari bagian selatan, impian Persik Kediri berujicoba lawan tim berbobot juga terhalang izin keamanan. Persik terancam hanya mendapatkan lawan uji coba sekelas tim lokal.
Terakhir, Persepam Madura United juga terjangkit masalah. Dua pemain asingnya, Aboubakar Sillah dan Alain Nkong, belum nongol di timnya setelah Arcan Iurie mengambil alih kursi kepelatihan. Terhitung sepekan sudah keduanya mangkir dari latihan.
''Mereka (Sillah dan Nkong) tak memberikan keterangan terkait keterlambatan gabung tim. Manajemen akan memberikan sanksi tegas, bisa penundaan transfer gaji. Seharusnya mereka sudah berada di Madura minggu lalu ketika tim memulai latihan,''ancam Manajer Persepam Achsanul Qosasi.
Spekulasi pun merebak terkait mangkirnya kedua legiun impor itu dari latihan rutin tim. Ada yang menyebut keduanya kecewa pergantian pelatih dari Daniel Roekito ke Arcan Iurie. Sebab, keduanya pilih bertahan di Madura salah satunya kedekatan dengan Daniel Roekito.
Namun belum ada informasi yang benar-benar akurat karena keduanya juga belum memberikan penjelasan kepada manajemen maupun pelatih. Manajemen ingin akhir pekan ini juga keduanya sudah bergabung ke tim berjuluk Sape Kerap.
''Terus terang kami tak bisa menoleransi sikap tidak profesional. Pastinya ada sanksi karena ini berhubungan dengan tim secara keseluruhan,''kata Achsanul dengan nada tinggi.
Dia sangat khawatir persiapan tim menjadi kurang optimal karena ada pemain yang mangkir. Sedangkan dalam sepekan terakhir ada pemain yang belum terlibat dalam latihan karena tugas di tim nasional, yakni Fachrudin Arianto dan Slamet Nur Cahyo. Namun keduanya tentu tidak dipersoalkan karena alasannya jelas, yakni bergabung tim nasional.
Akankah persoalan-persoalan tersebut bakal memengaruhi performa tim-tim Jatim di lanjutan ISL? Masih perlu dibuktikan lebih jauh. Tapi yang pasti persoalan mereka memang berimbas secara langsung pada program latihan serta uji coba di istirahat kompetisi kali ini.
Terhitung hanya Arema Cronus dan Persebaya yang tak menghadapi persoalan berarti di rehat kompetisi. Arema malah sudah memboyong semua elemen tim ke Yogyakarta untuk pemusatan latihan, selepas laga AFC Cup kontra Maziya S&RC tengah pekan kemarin.
Setidaknya, empat tim menghadapi persoalan di luar aspek teknis. Mereka adalah Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Persik Kediri, serta Persepam Madura United. Berbagai problem tengah dihadapi mereka dan berimbas langsung pada program tim.
Persela Lamongan harus berhadapan dengan cedera pemain secara berombongan. Sembilan pemain sempat terganggu kebugaran hingga jadwal uji coba lawan Persebo Bondowoso harus direvisi. Sedangkan Persegres berurusan dengan kurang harmonisnya pelatih dan manajemen.
Persegres juga menghadapi masalah pembayaran gaji yang terlambat dalam dua bulan terakhir. Dari bagian selatan, impian Persik Kediri berujicoba lawan tim berbobot juga terhalang izin keamanan. Persik terancam hanya mendapatkan lawan uji coba sekelas tim lokal.
Terakhir, Persepam Madura United juga terjangkit masalah. Dua pemain asingnya, Aboubakar Sillah dan Alain Nkong, belum nongol di timnya setelah Arcan Iurie mengambil alih kursi kepelatihan. Terhitung sepekan sudah keduanya mangkir dari latihan.
''Mereka (Sillah dan Nkong) tak memberikan keterangan terkait keterlambatan gabung tim. Manajemen akan memberikan sanksi tegas, bisa penundaan transfer gaji. Seharusnya mereka sudah berada di Madura minggu lalu ketika tim memulai latihan,''ancam Manajer Persepam Achsanul Qosasi.
Spekulasi pun merebak terkait mangkirnya kedua legiun impor itu dari latihan rutin tim. Ada yang menyebut keduanya kecewa pergantian pelatih dari Daniel Roekito ke Arcan Iurie. Sebab, keduanya pilih bertahan di Madura salah satunya kedekatan dengan Daniel Roekito.
Namun belum ada informasi yang benar-benar akurat karena keduanya juga belum memberikan penjelasan kepada manajemen maupun pelatih. Manajemen ingin akhir pekan ini juga keduanya sudah bergabung ke tim berjuluk Sape Kerap.
''Terus terang kami tak bisa menoleransi sikap tidak profesional. Pastinya ada sanksi karena ini berhubungan dengan tim secara keseluruhan,''kata Achsanul dengan nada tinggi.
Dia sangat khawatir persiapan tim menjadi kurang optimal karena ada pemain yang mangkir. Sedangkan dalam sepekan terakhir ada pemain yang belum terlibat dalam latihan karena tugas di tim nasional, yakni Fachrudin Arianto dan Slamet Nur Cahyo. Namun keduanya tentu tidak dipersoalkan karena alasannya jelas, yakni bergabung tim nasional.
Akankah persoalan-persoalan tersebut bakal memengaruhi performa tim-tim Jatim di lanjutan ISL? Masih perlu dibuktikan lebih jauh. Tapi yang pasti persoalan mereka memang berimbas secara langsung pada program latihan serta uji coba di istirahat kompetisi kali ini.
Terhitung hanya Arema Cronus dan Persebaya yang tak menghadapi persoalan berarti di rehat kompetisi. Arema malah sudah memboyong semua elemen tim ke Yogyakarta untuk pemusatan latihan, selepas laga AFC Cup kontra Maziya S&RC tengah pekan kemarin.
(aww)