Persijap terancam ditinggalkan pemain

Jum'at, 18 April 2014 - 15:47 WIB
Persijap terancam ditinggalkan...
Persijap terancam ditinggalkan pemain
A A A
Sindonews.com – Kekuatan Persijap Jepara dikhawatirkan rapuh. Di tengah upaya tim untuk bangkit dari papan bawah klasemen, justru pemain Laskar Kalinyamat dikabarkan akan hengkang ke klub lain. Pemain ingin hengkang lantaran kondisi keuangan satu-satunya tim asal Jateng yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) itu memburuk.

Untuk mengarungi kompetisi, manajemen hanya diberi alokasi sekitar Rp3 miliar. Dana itu digunakan untuk membeli pemain dan mengarungi kompetisi. Namun dalam perjalanannya, baru memasuki pertandingan ke-8, kini manajemen tengah dilanda kesulitan keuangan.
Informasi yang diterima SINDO, salah satu pemain inti Persijap sudah menghubungi manajemen PSIS Semarang. Hanya saja, tidak ada kecocokan soal harga karena pemain asal Jepara itu meminta honor terlalu tinggi.

Pemain itu meminta digaji Rp15 juta/bulan. Sementara para pemain PSIS rata-rata mendapat gaji Rp4-6 juta/bulan. Bomber andalan Persijap itu sudah diminta datang ke Semarang untuk membicarakan harga lebih lanjut, namun yang bersangkutan merasa keberatan untuk datang.

M Said Basalamah, Direktur Utama PT Jepara Raya Multitama (JRM), Perusahaan Pengelola Persijap tidak merasa khawatir jika ada pemain yang akan pergi meninggalkan Jepara. Jika memutuskan untuk hengkang, tentunya harus mengikuti perjanjian kontrak, yang sudah ditanda tangani antara pemain dan manajemen. Sebab, semua pemain saat ini sudah resmi dikontrak.

“Kalau pun ada, itu hanya satu dua pemain saja dan itu hak mereka. Masih banyak pemain yang punya komitmen,” tandasnya, kemarin.

Para pemain masih memungkinkan untuk hijrah di tim Divisi Utama. Sebab, pendaftaran pemain lokal maupun asing di Divisi Utama 2014 dibatasi sampai dengan 30 April 2014. Jika ingin bergabung dengan tim di ISL, paling tidak harus merampungkan setengah kompetisi dulu, baru klub dibolehkan untuk membeli pemain. Persijap Jepara memang mengalami masa-masa sulit diawal-awal mengikuti kompetisi.

Bekas klub di Indonesia Premiere League (IPL) itu nyaris gagal berkompetisi jika tidak ada investor, jelang kompetisi berlangsung. Praktis, saat itu persiapan dan pembentukan tim hanya efektif berjalan 3 minggu saja. Kendati sudah ada investor, ternyata dana yang disediakan juga sangat minim.
“Kita sangat shock, akibat minimnya dana,” kata Basalamah.

Sementara itu, Komisaris PT JRM Johar Lin Eng tidak mau berkomentar banyak terkait dengan kondisi Persijap. “Ya kita lihat saja satu dua bulan ke depan dulu,” kata Johar.
Persijap saat ini duduk di peringkat 10, urutan kedua dari bawah Grup Barat ISL. Posisinya yang sebelumnya berada di peringkat 9, digeser oleh Barito Putra. Juru kunci di Grup Barat diduduki Persik Kediri.
(wbs)
Berita Terkini
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
55 menit yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
1 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
14 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
14 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved