Simeone peringatkan timnya tak kehilangan fokus
Rabu, 30 April 2014 - 19:24 WIB
Simeone peringatkan timnya tak kehilangan fokus
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mendesak timnya untuk tak kehilangan fokus ketika menyambangi kandang Chelsea di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (1/5) dini hari nanti. Hasil imbang tanpa gol di pertemuan pertama membuat kedua tim mempunyai peluang sama besar untuk melaju ke partai final.
"Anda semua mengetahui saya dengan sangat baik. Saya tak ingin berhenti dan berpikir tentang apa yang mungkin terjadi, saya hanya ingin tetap bekerja keras. Media boleh saja mengevaluasi kemajuan yang telah kami buat. Tapi saya pikir dalam sepak bola, hanya ada satu tim terbaik yang akan memenangkan pertandingan," terang Simeone seperti dilansir Soccerway, Rabu (30/4).
Atletico merupakan tim yang belum pernah terkalahkan dikompetisi ini, bahkan mereka membuat kejutan dengan menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara Liga Champions musim ini. Performa skuat asuhan Simeone disamakan dengan apa yang dilakukan Porto ketika dibawah asuhan Jose Mourinho ketika memboyong trofi tertinggi di Eropa, 2004 lalu.
"Sangat sulit untuk membandingkan kedua tim. Mereka merupakan tim hebar dengan keinginan dan gairah untuk meraih kemenangan. Sementara kenyataannya kami bermain melawan tim sulit untuk menemukan kesempatan. Kami hanya berpikir tentang bagaimana kami bermain," tandasnya.
"Anda semua mengetahui saya dengan sangat baik. Saya tak ingin berhenti dan berpikir tentang apa yang mungkin terjadi, saya hanya ingin tetap bekerja keras. Media boleh saja mengevaluasi kemajuan yang telah kami buat. Tapi saya pikir dalam sepak bola, hanya ada satu tim terbaik yang akan memenangkan pertandingan," terang Simeone seperti dilansir Soccerway, Rabu (30/4).
Atletico merupakan tim yang belum pernah terkalahkan dikompetisi ini, bahkan mereka membuat kejutan dengan menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara Liga Champions musim ini. Performa skuat asuhan Simeone disamakan dengan apa yang dilakukan Porto ketika dibawah asuhan Jose Mourinho ketika memboyong trofi tertinggi di Eropa, 2004 lalu.
"Sangat sulit untuk membandingkan kedua tim. Mereka merupakan tim hebar dengan keinginan dan gairah untuk meraih kemenangan. Sementara kenyataannya kami bermain melawan tim sulit untuk menemukan kesempatan. Kami hanya berpikir tentang bagaimana kami bermain," tandasnya.
(akr)