Wakili pembalap, Rossi tuntut bobot motor dipangkas

Jum'at, 16 Mei 2014 - 10:28 WIB
Wakili pembalap, Rossi...
Wakili pembalap, Rossi tuntut bobot motor dipangkas
A A A
Sindonews.com - Valentino Rossi mulai menyoroti cedera lengan yang dirasakan para peserta balap MotoGP musim ini. Joki Movistar Yamaha itu mendesak agar bobot sepeda motor (160 kg) dapat dikurangi. Hal ini dilakukan supaya akselerasi para pembalap bisa maksimal di dalam lintasan balap.

Pernyataan itu terlontar ketika dua pembalap MotoGP, Dani Pedrosa dan Stefan Brald terpaksa menjalani operasi lengan seusai menjalani tes pertama musim ini di Sirkuit Jerez pekan lalu.
Walhasil, beberapa peneliti mulai menyimpulkan bahwa kekuatan dan berat mesin 1000cc ini menyebabkan sejumlah masalah baru bagi pengendara.

Betapa tidak, bobot mesin sepeda motor yang mereka gunakan sekarang jauh lebih berat ketimbang di musim 2002 lalu (145 kg). Dalam konferensi pers di Le Mans, Prancis, Kamis (15/5), Rossi berpikir semua kendala yang dihadapi pembalap murni akibat beban berat pada mesin yang mereka gunakan tersebut. Dan, tambah dia, keluhan ini sudah dijelaskan sebelumnya bahwa semua pembalap mulai merasa terganggu dengan bobot yang terdapat pada motor mereka. Terlebih, sulitnya melakukan pengereman.

"Banyak pengendara yang memiliki masalah pada lengan sekarang, tetapi masalah itu juga sempat muncul pada masa lalu saat sepeda motor lebih ringan. Misalnya, di Moto2. Jadi saya pikir berat motor bukanlah alasan utama, namun jelas ini juga tidak membantu," keluh Rossi dikutip Crash, Jumat (16/5).

"Mungkin itu ide yang baik untuk mengubah berat atau beban pada motor. Kami atau peserta balap MotoGP sudah berbicara banyak di Komisi Keselamatan dan mencoba untuk mengurangi berat sepeda. Pasalnya, kami berpikir bahwa ada banyak masalah yang terjadi. Terutama pada pengereman yang berdampak pada masalah lengan," tukasnya.

Kendati demikian, pemilik nomor 99 itu pun menyadari permintaannya itu akan memakan waktu yang panjang. Sebab rencana untuk mengurangi bobot motor perlu koordinasi sejumlah pihak untuk menyesuaikan aturan-aturan lainnya.

Selain itu, kekhawatiran lain akan mengurangi beban motor bisa meningkatkan biaya. Karena seluruh tim yang ambil bagian pada ajang Kuda Pacu MotoGP musim ini akan dipaksa memakai bahan berbahan ringan, namun kuat. Yang tentunya akan memakan biaya yang fantastis.
(wbs)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
49 menit yang lalu
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
1 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
2 jam yang lalu
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
3 jam yang lalu
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
4 jam yang lalu
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved