Wakil PSS Makassar Diminta Bisa Lebih Bersaing
Rabu, 28 Mei 2014 - 21:31 WIB
Wakil PSS Makassar Diminta Bisa Lebih Bersaing
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Soccer Star (PSS) kembali menunjuk Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sebagai kota yang akan digali bakat-bakat muda sepak bolanya. Akan tetapi pada proses penyaringan tahun ini, anak-anak perwakilan Kota Daeng diharapkan lebih berperan di tingkat nasional.
Permintaan itu langsung diutarakan Direktur Pertamina Soccer School, Hadi Ramadhani di Makassar, Rabu (28/5). Hal itu disampaikannya, setelah melihat perwakilan Makassar cenderung tidak bisa bersaing di tingkat nasional. Karena itu, dirinya berharap proses seleksi tahun ini bisa menyaring bakat terbaik Makassar.
"Kami berharap besar agar lebih baik kedepan. Karena kami merasa belom maksimal perwakilan talenta dari Makassar. Baru ada tiga sampai empat pemain yang tembus program Pertamina Soccer School," ungkap Hadi.
"Semoga kota Makassar di tahun ini beri sumbangan pemain lebih besar. Yang Insya Allah akan kami didik di Pertamina Soccer School. Dan ke depan jadi bibit sepak bola Indonesia yang lebih baik lagi. Kami ingin perwakilan Makassar lebih berperan, itu harapan kami," lanjutnya.
Untuk kembali mengangkat pamor Makassar sebagai penelur talenta-talenta sepakbola Indonesia, perwakilan Pertamina Sulawesi akan mendukung penuh proses seleksi yang akan dilaksanakan selama dua hari di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pada 31 Mei sampai 1 Juni mendatang.
Di Makassar sendiri, pihak Pertamina menargetkan 750 peserta yang akan ikut ambil bagian. Jika target terpenuhi, jumlah itu akan lebih banyak dari kontestan PSS seleksi Makassar pada 2013, yang mencapai angka 450 peserta yang juga datang dari luar Makassar. Dari total peserta yang mendaftar akan diambil delapan anak. Dan mereka akan bergabung dengan 48 anak yang tersebar dari lima kota lain seperti Jakarta, Palembang, Surabaya, Balikpapan, dan Jayapura.
"Kami akan mendukung kegiatan sepak bola yang ada di Makassar. Semoga delapan terbaik, akan terus melaju ke-48 anak dan masuk ke-24 terbaik. Lalu bisa masuk menjalani empat pemain yang akan belajar di Academy Milan, Italia,” papar Fuel Retail Manajer Pertamina Sulawesi, Umar Khotib, di kesempatan yang bersamaan.
Sementara itu, harapan agar proses seleksi PSS bisa lebih mendalam di kota-kota kecil di Sulawesi Selatan, disampaikan Asosiasi Provinsi (Asprov) Sulsel, Samsir. Dirinya melihat, jika sebenarnya bakat-bakat terbaik Sulsel tidak hanya ada di Makassar. Akan tetapi juga di kota-kota lain, seperti Mamuju, yang ditemukan gelandang serang Tim Nasional (Timnas) U-19 Indonesia, Maldini Pali.
"Yang pasti Asprov sangat mendukung penuh apapun yang mendukung majunya sepak bola Indonesia terutama di Sulses. Tapi kami sangat berharap, kedepan ada sistem kualifikasi yang juga melibatkan daerah terpencil di Sulsel. Misalkan diadakan seleksi awal disana dan yang lolos, melanjtkan fokus seleksi di Makassar," harap Samir.
Permintaan itu langsung diutarakan Direktur Pertamina Soccer School, Hadi Ramadhani di Makassar, Rabu (28/5). Hal itu disampaikannya, setelah melihat perwakilan Makassar cenderung tidak bisa bersaing di tingkat nasional. Karena itu, dirinya berharap proses seleksi tahun ini bisa menyaring bakat terbaik Makassar.
"Kami berharap besar agar lebih baik kedepan. Karena kami merasa belom maksimal perwakilan talenta dari Makassar. Baru ada tiga sampai empat pemain yang tembus program Pertamina Soccer School," ungkap Hadi.
"Semoga kota Makassar di tahun ini beri sumbangan pemain lebih besar. Yang Insya Allah akan kami didik di Pertamina Soccer School. Dan ke depan jadi bibit sepak bola Indonesia yang lebih baik lagi. Kami ingin perwakilan Makassar lebih berperan, itu harapan kami," lanjutnya.
Untuk kembali mengangkat pamor Makassar sebagai penelur talenta-talenta sepakbola Indonesia, perwakilan Pertamina Sulawesi akan mendukung penuh proses seleksi yang akan dilaksanakan selama dua hari di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pada 31 Mei sampai 1 Juni mendatang.
Di Makassar sendiri, pihak Pertamina menargetkan 750 peserta yang akan ikut ambil bagian. Jika target terpenuhi, jumlah itu akan lebih banyak dari kontestan PSS seleksi Makassar pada 2013, yang mencapai angka 450 peserta yang juga datang dari luar Makassar. Dari total peserta yang mendaftar akan diambil delapan anak. Dan mereka akan bergabung dengan 48 anak yang tersebar dari lima kota lain seperti Jakarta, Palembang, Surabaya, Balikpapan, dan Jayapura.
"Kami akan mendukung kegiatan sepak bola yang ada di Makassar. Semoga delapan terbaik, akan terus melaju ke-48 anak dan masuk ke-24 terbaik. Lalu bisa masuk menjalani empat pemain yang akan belajar di Academy Milan, Italia,” papar Fuel Retail Manajer Pertamina Sulawesi, Umar Khotib, di kesempatan yang bersamaan.
Sementara itu, harapan agar proses seleksi PSS bisa lebih mendalam di kota-kota kecil di Sulawesi Selatan, disampaikan Asosiasi Provinsi (Asprov) Sulsel, Samsir. Dirinya melihat, jika sebenarnya bakat-bakat terbaik Sulsel tidak hanya ada di Makassar. Akan tetapi juga di kota-kota lain, seperti Mamuju, yang ditemukan gelandang serang Tim Nasional (Timnas) U-19 Indonesia, Maldini Pali.
"Yang pasti Asprov sangat mendukung penuh apapun yang mendukung majunya sepak bola Indonesia terutama di Sulses. Tapi kami sangat berharap, kedepan ada sistem kualifikasi yang juga melibatkan daerah terpencil di Sulsel. Misalkan diadakan seleksi awal disana dan yang lolos, melanjtkan fokus seleksi di Makassar," harap Samir.
(nug)