Soal Dugaan Suap Piala Dunia 2022, FIFA Semakin Terpojok

Minggu, 08 Juni 2014 - 11:02 WIB
Soal Dugaan Suap Piala...
Soal Dugaan Suap Piala Dunia 2022, FIFA Semakin Terpojok
A A A
ZURICH - Indikasi korupsi dalam pemilihan Qatar sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia 2022 oleh FIFA terus mengundang reaksi. Kini FIFA berada di bawah tekanan karena keputusan kontroversialnya. Satu dari sponsor utamanya, Sony, meminta badan regulasi sepak bola itu untuk melakukan "penyelidikan yang pantas" terhadap klaim adanya praktik suap dalam prosesnya.

Wakil Presiden FIFA Jim Boyce mengatakan dia akan mendukung adanya pemilihan ulang jika dugaan korupsi tersebut bisa dibuktikan. Panitia Piala Dunia Qatar dengan konsisten membantah tuduhan dan Bin Hammam enggan berkomentar. Anggota komite eksekutif FIFA di Inggris Jim Boyce mengatakan kepada BBC bahwa pekan lalu dalah pekan yang sulit dan badan sepak bola dunia ini sedang mengalami perubahan.

"Sejak saya bergabung dengan Komite Eksekutif FIFA pada tahun 2011 setengah dari panitia sudah keluar," katanya.

"Bin Hammam, yang banyak dibicarakan baru-baru ini, telah dilarang berkarir di organisasi sepak bola seumur hidup oleh FIFA, dan banyak dari orang-orang lain yang disebut sekarang sudah tidak lagi di FIFA.

"Ada banyak orang yang sangat baik di FIFA dan orang-orang yang hanya tertarik dalam memajukan permainan sepak bola."

Namun Salah satu situs TV di Iran mengklaim bahwa agen mata-mata Amerika, NSA dan Inggris, GCHQ mempunyai bukti-bukti laporan investigasi berupa jutaan dokumen rahasia - termasuk surel, surat, dan bukti transfer - yang mengindikasikan bukti bahwa pejabat sepak bola Qatar yang telah dipecat, Mohamed Bin Hammam, membayar USD 5 juta (Rp58 miliar) kepada FIFA sebagai imbalan karena terpilih sebagai tuan rumah piala dunia.

Seperti diketahui pemberitaan dugaan kasus suap yang di lakukan mantan anggota komite eksekutif FIFA Mohamed Bin Hammam pertama kali diungkap oleh Surat Kabar The Sunday Times. Dalam pemberitaan tersebut Bin Hammam disebut-sebut melakukan suap kepada sejumlah pejabat sepakbola untuk mendukung Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kini kasus dugaan suap tersebut sedang diselidiki oleh Kepala penyidik etika FIFA ,Michael Garcia yang tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait. Garcia diharapkan dapat menyelesaikan penyelidikannya pada 9 mendatang dan kemudian melaporkan kepada komite etika sekitar enam minggu kemudian.
(wbs)
Berita Terkait
Update Ranking FIFA:...
Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Meroket, Peringkat Terbaik 76 Dunia
Mampukah Timnas Malaysia...
Mampukah Timnas Malaysia Cerak Sejarah di FIFA Matchday September 2023?
FIFA Matchday Indonesia...
FIFA Matchday Indonesia vs Burundi: Perhitungan Poin Jika Skuad Garuda Menang
Skandal Korupsi FIFA:...
Skandal Korupsi FIFA: Bekas Direktur Keuangan Dihukum 10 Tahun
Update Ranking FIFA,...
Update Ranking FIFA, Timnas Indonesia Naik 3 Peringkat
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Bisa Naik ke Posisi 127 Dunia usai Kekalahan 2 Wakil Afrika
Berita Terkini
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
15 menit yang lalu
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
1 jam yang lalu
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
2 jam yang lalu
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
3 jam yang lalu
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved