Di bawah Blatter FIFA Tak Akan Berubah
Rabu, 11 Juni 2014 - 16:16 WIB
Di bawah Blatter FIFA Tak Akan Berubah
A
A
A
CHAGUANAS - Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) saat ini sedang menjadi sorotan dengan terungkapnya skandal pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Banyak orang menilai selama dikomandani Blatter wajah FIFA banyak tercoreng.
Hal itu membuat mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner ikut memberi komentar mengenai situasi yang kini menyelimuti badan Asosiasi Sepak Bola dunia tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan ITV NEWS, Rabu (11/6) mantan sekutu Bletter itu berpendapat bahwa FIFA tidak akan pernah berubah jika masih di pimpin Blatter.
"Saya sudah bekerja untuk FIFA selama 30 tahun, saya pernah menjadi anak buah Mr. Blatter. Di bawah Blatter, FIFA tidak akan pernah berubah.”ujar Warner dalam wawancara ITV NEWS dilansir, Daily Mail, Rabu (11/6). Warner sendiri telah menjadi anggota Komite Eksekutif FIFA sejak tahun 1983, namun pada tahun 2011 dirinya mengundurkan diri karena diduga terlibat dalam skandal korupsi ditahun yang sama.
Selain itu Presiden FIFA Sepp Blatter mengklaim akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA untuk kelima kalinya dan pemilihan presiden FIFA dijadwalkan akan digelar pada tahun 2015. Namun keinginan Blatter itu mendapat tentangan dari sejumlah pihak yang merasa gerah dengan kondisi FIFA saat ini, terlebih Blatter dinilai melakukan reaksi kontroversi dengan menuding kasus dugaan suap ini berbau rasisme.
Hal itu membuat mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner ikut memberi komentar mengenai situasi yang kini menyelimuti badan Asosiasi Sepak Bola dunia tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan ITV NEWS, Rabu (11/6) mantan sekutu Bletter itu berpendapat bahwa FIFA tidak akan pernah berubah jika masih di pimpin Blatter.
"Saya sudah bekerja untuk FIFA selama 30 tahun, saya pernah menjadi anak buah Mr. Blatter. Di bawah Blatter, FIFA tidak akan pernah berubah.”ujar Warner dalam wawancara ITV NEWS dilansir, Daily Mail, Rabu (11/6). Warner sendiri telah menjadi anggota Komite Eksekutif FIFA sejak tahun 1983, namun pada tahun 2011 dirinya mengundurkan diri karena diduga terlibat dalam skandal korupsi ditahun yang sama.
Selain itu Presiden FIFA Sepp Blatter mengklaim akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA untuk kelima kalinya dan pemilihan presiden FIFA dijadwalkan akan digelar pada tahun 2015. Namun keinginan Blatter itu mendapat tentangan dari sejumlah pihak yang merasa gerah dengan kondisi FIFA saat ini, terlebih Blatter dinilai melakukan reaksi kontroversi dengan menuding kasus dugaan suap ini berbau rasisme.
(dka)