Misi Belum Selesai, BlatterTetap Ingin Jadi Presiden FIFA
Kamis, 12 Juni 2014 - 14:07 WIB
Misi Belum Selesai, BlatterTetap Ingin Jadi Presiden FIFA
A
A
A
SAO PAULO - Presiden FIFA, Sepp Blatter menegaskan akan tetap mencalonkan diri sebagai presiden FIFA walaupun banyak pihak yang memintanya mundur dari jabatannya memimpin badan sepakbola dunia tersebut.
Seperti dilaporkan Goal, Kamis (12/6) saat menyampaikan pidato pada penutupan kongres FIFA di Sao Paulo, Brazil, Blatter mengumumkan dihadapan peserta kongres jika ia tetap akan mencalonkan diri lagi.
“Saya tahu bahwa saya akan menyelesaikan mandat tahun depan pada tanggal 29 Mei di Zurich Tapi misi saya belum selesai. Saya siap mencalonkan diri lagi tahun depan.” ujar Blatter.
Sebelumnya gelombang penolakan terhadap Blatter mengalir deras. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di UEFA dan di sepakbola Eropa mengkritik kinerja Blatter, terlebih kini FIFA sedang disorot atas terungkapnya skandal pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Banyak yang ingin Blatter menanggalkan jabatannya dan tidak lagi mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di FIFA mengingat banyak skandal yang terjadi di sepakbola dunia. Selama dikomandani Blatter wajah FIFA banyak tercoreng dan banyak yang menilai bahwa Blatter lah yang harus bertanggung jawab.
Seperti dilaporkan Goal, Kamis (12/6) saat menyampaikan pidato pada penutupan kongres FIFA di Sao Paulo, Brazil, Blatter mengumumkan dihadapan peserta kongres jika ia tetap akan mencalonkan diri lagi.
“Saya tahu bahwa saya akan menyelesaikan mandat tahun depan pada tanggal 29 Mei di Zurich Tapi misi saya belum selesai. Saya siap mencalonkan diri lagi tahun depan.” ujar Blatter.
Sebelumnya gelombang penolakan terhadap Blatter mengalir deras. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di UEFA dan di sepakbola Eropa mengkritik kinerja Blatter, terlebih kini FIFA sedang disorot atas terungkapnya skandal pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Banyak yang ingin Blatter menanggalkan jabatannya dan tidak lagi mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di FIFA mengingat banyak skandal yang terjadi di sepakbola dunia. Selama dikomandani Blatter wajah FIFA banyak tercoreng dan banyak yang menilai bahwa Blatter lah yang harus bertanggung jawab.
(nug)