Nadal Minta Wimbledon Ubah Tradisi

Senin, 30 Juni 2014 - 15:01 WIB
Nadal Minta Wimbledon...
Nadal Minta Wimbledon Ubah Tradisi
A A A
LONDON - Petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal meminta Wimbledon mengubah tradisi. Dengan tetap mempertahankan tradisi yang tidak menggelar pertandingan di hari Minggu, memungkinkan jadwal pertandingan semakin padat.

Nadal yang menempati unggulan pertama, dalam tiga hari sudah harus bertanding. Ia lolos ke babak keempat setelah mengalahkan Mikhail Kukushkin dan akan kembali bermain pada Senin (30/6) malam nanti melawan Nick Kyrgios.

Tapi, jadwal itu di atas kertas. Pasalnya, jika kondisi cuaca tidak mendukung alias turun hujan bukan tidak mungkin, Nadal harus bermain dua hari berturut-turut.

Wimbledon memang turnamen yang berbeda dengan seri grand slam lainnya. Nadal meminta kepada panitia untuk memikirkan kembali memainkan pertandingan di hari Minggu. "Saya tidak tahu bagaimana Wimbledon akan bereaksi setelah melewati keadaan seperti sekarang. Tradisi di sini tidak ada pertandingan di hari Minggu," kata Nadal dikutip sportsmole, Senin (30/6).

"Jika saya akan bermain pada hari Selasa dan pemenang akan bermain lagi pada hari Rabu, itu tidak baik. Itu bukan hal yang positif dan tidak akan bisa sempurna," ujar petenis kidal tersebut.
(bbk)
Berita Terkini
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
1 jam yang lalu
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Relakan Status Juara Grup K Direbut Kolombia
1 jam yang lalu
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
2 jam yang lalu
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
3 jam yang lalu
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
3 jam yang lalu
Inggris Juara Grup L,...
Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved