Antara Filsafat dan World Cup (3-Habis)

Rabu, 02 Juli 2014 - 12:06 WIB
Antara Filsafat dan...
Antara Filsafat dan World Cup (3-Habis)
A A A
Oleh : K.Y. Karnanta (*)

Implikasi dari tradisi berpikir cermat dan filosofis ini ternyata tak hanya tampak dalam permainan, namun juga memberi inspirasi bagi perkembangan sepak bola dunia. Misalnya, aturan-aturan seperti advantage ball, batasan off-side, teknologi garis gawang, hingga kebijakan penetapan kuota untuk masing-masing benua dalam Piala Dunia, bahkan aturan transfer pemain seperti yang ditetapkan FIFA, Eropa memegang peran penting.

Terlepas adakah kepentingan politis lain di balik dominasi Eropa terhadap organisasi sepak bola dunia, hingga kini masih belum tampak adanya resistensi secara signifikan dari tim-tim benua lain.
Baik dalam segi permainan maupun pemikiran, tak bisa dipungkiri bahwa Asia, Afrika dan Australia masih sulit melepaskan diri dari terminologi bangsa bekas jajahan, dan masih terhegemoni oleh tradisi kuat negara-negara penjajahnya dahulu.

Betapapun, perbedaan tradisi dan latar belakang antara tim dari benua Amerika dan Eropa terbukti sangat mempengaruhi eksistensi, gaya, dan filosofi permainan. Dari sepak bola jalanan, Brasil dan Argentina mampu melahirkan filsuf-filsuf lapangan hijau seperti Pele, Maradona atau yang teranyar Ronaldinho.

Dengan tradisi ''sekolahan” yang kuat, Eropa melahirkan Franz Beckenbauer, Zinedine Zidane, Bobby Charlton, Paolo Rossi dll. Piala Dunia 2014 akan menjawab, apakah bakat hebat ataukah mental intelektual yang lebih penting dalam sepak bola saat ini.

Khusus untuk Prancis dan Jerman, pertemuan antara keduanya juga berarti ajang pembuktian, siapa yang lebih tangguh dalam bidang pemikiran. Mereka berdua tentu ingin menjawab komentar sinis dari kecenderungan masyarakat kontemporer yang menganggap filsafat tak lebih dari omong kosong; luar biasa pada tataran pemikiran (strategi) namun mandul dari segi praksis (gol). Seperti apa hasilnya nanti, hanya peluit wasit yang memutuskan.

(*) Penulis adalah Dosen Universitas Airlangga dan Universitas Ciputra
(aww)
Berita Terkait
Catatan Bersejarah Maroko...
Catatan Bersejarah Maroko Usai Tembus Perempat Final Piala Dunia 2026
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
5 Catatan Bersejarah...
5 Catatan Bersejarah saat Argentina Kubur Mimpi Inggris di Piala Dunia 2026
Catatan Akhir Tahun...
Catatan Akhir Tahun Sepak Bola Indonesia: Gagal ke Piala Dunia, Emas SEA Games Melayang
FIFA Beri 3 Catatan...
FIFA Beri 3 Catatan buat Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Digulung RANS Nusantara,...
Digulung RANS Nusantara, Persija Torehkan Catatan Terburuk Selama Piala Presiden
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
12 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
12 jam yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
13 jam yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
14 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
18 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
18 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved