Striker Sriwijaya FC Sesalkan Pemangkasan Pemain Asing

Selasa, 15 Juli 2014 - 10:50 WIB
Striker Sriwijaya FC...
Striker Sriwijaya FC Sesalkan Pemangkasan Pemain Asing
A A A
PALEMBANG - Tidak semua pihak setuju dengan regulasi yang dikeluarkan PSSI, terkait pengurangan kuota pemain asing di Indonesia Super League (ISL) musim depan. Penyerang Sriwijaya FC, Lancine Kone, menilai jika pengurangan pemain asing dari empat menjadi tiga orang tidak bijaksana.

Dia justru menyayangkan keputusan PSSI tersebut. Menurut dia, sebelum mengambil keputusan itu, seharusnya PSSI terlebih dulu melakukan kajian yang lebih mendalam. Kone menilai, pengurangan pemain asing bukanlah solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia.

Meskipun dia meyakini, kebijakan itu diambil karena PSSI ingin memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain lokal untuk bermain dalam kompetisi tertinggi di Tanah Air demi mengembangkan kualitasnya.

''Saya pikir keputusan itu tidak terlalu banyak membantu sepak bola Indonesia. Apalagi saya lihat semua liga bagus di dunia itu rata-rata memakai banyak pemain asing. Contohnya seperti di Jepang, Korea yang bebas pemain asing, walaupun hanya tetap tiga orang yang main dalam satu pertandingan,''ungkapnya.

Bahkan di Thailand lanjut dia, sudah lima tahun terakhir ini mereka memperbolehkan klub untuk mengontrak lima pemain asing. Tapi nyatanya sepak bola di beberapa Negara itu tetap maju. Legiun asing asal Pantai Gading ini bahkan menyarankan, sebaiknya PSSI memberikan penekanan dan sanksi kepada klub yang belum membayar gaji pemain.

Sehingga jika masih ada klub yang tidak memiliki dana cukup, mereka tidak boleh mengontrak pemain asing. Jika itu diterapkan maka akan bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia Bukan tanpa alasan Kone mengutarakan hal itu. Pasalnya dia merupakan salah satu pemain yang hingga saat ini masih belum terlunasi haknya dari klub yang pernah memakai jasanya beberapa musim sebelunya, sebelum dirinya bergabung dengan Laskar Wong Kito.

''Sampai sekarang saja, saya masih belum mendapatkan bayaran gaji selama lima bulan dari Deltras Sidoarjo. Tapi anehnya kenapa mereka tetap bisa mengikuti kompetisi dan seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Saya rasa PSSI harus bijaksana dalam memberikan sanksi terhadap klub yang menunggak gaji kepada pemain seperti mereka,”pintanya.
(aww)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
10 menit yang lalu
Kisah Vozinha: Kiper...
Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
33 menit yang lalu
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
59 menit yang lalu
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
2 jam yang lalu
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
2 jam yang lalu
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved