Persiba Tak Mau Bunuh Diri Jamu Persebaya
Selasa, 12 Agustus 2014 - 14:46 WIB
Persiba Tak Mau Bunuh Diri Jamu Persebaya
A
A
A
BANTUL - Tim pelatih Persiba Bantul tak melihat perkembangan signifikan kondisi stamina anak-anak asuhannya jelang menghadapi Persebaya Surabaya pada Kamis (14/8) mendatang. Jika kondisinya seperti ini terus maka tim memilih bermain tertutup untuk meredam serangan Bajul Ijo.
Asisten Pelatih Persiba, Didik Listiyantara mengatakan, kondisi pemainnya masih naik turun di beberapa kali latihan terakhir ini. Akan sangat sulit mengembalikan stamina mereka hanya dengan waktu yang tak ada seminggu ini.''Stamina pemain kita masih naik turun. Tapi kita tetap tidak mau kalah,''kata dia, Sabtu (12/8).
Menghadapi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut dengan kondisi tim seperti ini, pastinya akan menjadi bulan-bulanan jika melayaninya dengan permainan terbuka. Terpaksa, nantinya akan diinstruksikan untuk bermain bertahan.''Sama saja bunuh diri kita jika melayani serangan mereka dengan permainan terbuka,''tuturnya.
Dengan bermain tertutup, bukan tidak mungkin juga timnya bisa memanfaatkan kelengahan lawan. Yaitu memperkukuh lini pertahanan dan sesekali memaksimalkan serangan balik.''Kita akan bermain menunggu dan melancarkan serangan balik,''ujarnya.
Meski laga ini tidak terlalu penting, karena Persiba sudah dipastikan terdegradasi ke kompetisi Divisi Utama pada musim berikutnya, namun tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini tak akan menyerah begitu saja. Sebab, pertandingan ini akan dilihat langsung oleh para pendukungnya, yaitu Paserbumi dan CNF, karena sudah tidak menjalani sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) berupa pertandingan tanpa penonton.
Sama halnya dengan Didik, Pelatih Kepala Sajuri Syahid mengatakan, rencana sebelumnya akan kembali ke formasi awal 4-4-2. Namun, melihat kondisi pemain yang tidak ada perkembangan ini, maka skema seperti saat menjamu PSM Makassar beberapa waktu lalu, yaitu menggunakan 3-5-2. ''Kondisinya tidak memungkinkan. Kita tetap menggunakan 3-5-2,”katanya.
Asisten Pelatih Persiba, Didik Listiyantara mengatakan, kondisi pemainnya masih naik turun di beberapa kali latihan terakhir ini. Akan sangat sulit mengembalikan stamina mereka hanya dengan waktu yang tak ada seminggu ini.''Stamina pemain kita masih naik turun. Tapi kita tetap tidak mau kalah,''kata dia, Sabtu (12/8).
Menghadapi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut dengan kondisi tim seperti ini, pastinya akan menjadi bulan-bulanan jika melayaninya dengan permainan terbuka. Terpaksa, nantinya akan diinstruksikan untuk bermain bertahan.''Sama saja bunuh diri kita jika melayani serangan mereka dengan permainan terbuka,''tuturnya.
Dengan bermain tertutup, bukan tidak mungkin juga timnya bisa memanfaatkan kelengahan lawan. Yaitu memperkukuh lini pertahanan dan sesekali memaksimalkan serangan balik.''Kita akan bermain menunggu dan melancarkan serangan balik,''ujarnya.
Meski laga ini tidak terlalu penting, karena Persiba sudah dipastikan terdegradasi ke kompetisi Divisi Utama pada musim berikutnya, namun tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini tak akan menyerah begitu saja. Sebab, pertandingan ini akan dilihat langsung oleh para pendukungnya, yaitu Paserbumi dan CNF, karena sudah tidak menjalani sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) berupa pertandingan tanpa penonton.
Sama halnya dengan Didik, Pelatih Kepala Sajuri Syahid mengatakan, rencana sebelumnya akan kembali ke formasi awal 4-4-2. Namun, melihat kondisi pemain yang tidak ada perkembangan ini, maka skema seperti saat menjamu PSM Makassar beberapa waktu lalu, yaitu menggunakan 3-5-2. ''Kondisinya tidak memungkinkan. Kita tetap menggunakan 3-5-2,”katanya.
(aww)