Vieira Anggap Presiden Baru FIGC Kontroversial

Rabu, 13 Agustus 2014 - 14:00 WIB
Vieira Anggap Presiden...
Vieira Anggap Presiden Baru FIGC Kontroversial
A A A
ROMA - Terpilihnya Carlo Tavecchio sebagai presiden baru Federasi Sepak bola Italia (FIGC) menuai kecaman, salah satunya datang dari Patrick Vieira. Manager pengembangan skuat muda Manchester City itu menganggap bahwa hasil voting yang memenangkan pria berusia 71 tahun itu sangat kontroversial.

Komentar yang diucapkan Vieira bukan tanpa alasan. Tavecchio, kata Vieira, diduga telah melakukan tindakan rasisme terhadap pemain Afrika awal bulan ini. Dalam pidatonya, dia menyatakan bahwa pemain tersebut hanya modal makan pisang sebelum menandatangani kontrak profesional dengan tim top Serie A.

Pernyataan rasis Tavecchio muncul ketika dia ingin membawa Italia agar menerapkan peraturan persyaratan ketat terhadap pemanfaatan jasa para pemain non-Uni Eropa. Tavecchio ingin mengikuti langkah yang diterapkan otoritas sepak bola Inggris, dimana sepak bola Inggris benar-benar melakukan identifikasi atas setiap pemain non-Uni Eropa yang ingin merumput di Liga Inggris.

Kendati demikian, Vieira tetap menganggap pertandingan Serie A sudah dipastikan masih akan terus berurusan dengan permasalahan rasisme setelah Tavecchio resmi terpilih sebagai presiden baru menggantikan Giancarlo Abete.

"Saya tidak percaya Tavecchio terpilih sebagai presiden baru FIGC. Dan, itu sangat disayangkan," kata Vieira dikutip Mirror, Rabu (13/8).

Vieira, yang pernah bermain di Serie A bersama Juventus, InterMilan, dan AC Milan itu yakin terpilihnya Tavecchio sebagai orang yang berkuasa pada sepak bola Italia seolah mengirimkan pesan yang salah dalam memerangi diskriminasi atau permasalahan rasisme.

"Saya benar-benar tak menyangka bahwa Tavecchio telah terpilih sebagai presiden FIGC setelah komentar yang dia buat. Bagi saya penunjukkannya akan menimbulkan banyak kontroversi bahwa otoritas sepak bola Italia belum mampu memecahkan masalah diskriminasi (rasisme) atau mereka justru tak ingin melawan masalah ini. Saya bukan hanya sekedar berbicara, karena saya sudah bermain di sana selama bertahun-tahun. Dan, saya melihat begitu banyak masalah diskriminasi di sana. Keputusan ini sudah dibuat, tapi saya pikir mereka harus melihat bagaimana memecahkan permasalahan rasisme di Italia," tutup mantan gelandang bertahan Arsenal.
(bbk)
Berita Terkait
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Genoa Resmi Rekrut Legenda...
Genoa Resmi Rekrut Legenda AC Milan jadi Pelatih
Venezia Datangkan Eks...
Venezia Datangkan Eks Kiper Manchester United
Imbangi Cagliari, Napoli...
Imbangi Cagliari, Napoli Gagal Salip Inter di Papan Klasemen
Logo Kepala Serigala...
Logo Kepala Serigala Hinggap di Jersey Ketiga AS Roma Musim 2021-2022
Gasak Cagliari, Juventus...
Gasak Cagliari, Juventus Dekati 5 Besar Klasemen Liga Italia
Berita Terkini
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
9 jam yang lalu
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
9 jam yang lalu
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
10 jam yang lalu
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
10 jam yang lalu
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
12 jam yang lalu
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved