Derby Yogya Batal di Bantul Gara-gara Rumput
Rabu, 13 Agustus 2014 - 14:20 WIB
Derby Yogya Batal di Bantul Gara-gara Rumput
A
A
A
YOGYAKARTA - Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) PSIM Yogyakarta tak mendapatkan izin penggunaan Stadion Sultan Agung, Bantul. Pasalnya, rumput lapangan sedang dalam perawatan. Alternatifnya tinggal Stadion Maguwoharjo dan lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) di Sleman untuk menggelar Derby Yogya saat menjamu PSS pada 19 Agustus mendatang.
Direktur PT. Putra Insan Mandiri (PIM), Dwi Irianto mengatakan, pengajuan permohonan izin penggunaan Stadion Sultan Agung sudah mendapatkan balasan dari pengelola pada Selasa (12/8). Dari surat tertulis tersebut, lapangan tidak bisa digunakan karena pada 19 Agustus jadwal mereka melakukan pemupukan rumput.''Sudah ada surat tertulis dari pengelola, lapangan tidak bisa digunakan karena dilakukan perawatan,''kata dia.
Selain tidak ada izin dari pengelola stadion, juga dari pihak keamanan jika laga Derby Yogya ini dilakukan di Bantul tidak diperbolehkan. Dengan demikian, pihaknya pun harus mencari alternatif tempat lain. Sementara, pandangannya saat ini adalah Stadion maguwoharjo dan lapangan AAU.
''Kalau dari Polres Bantul kemarin secara lisan, pertandingan tidak akan diizinkan. Selanjutnya, kita akan mengajukan permohonan penggunaan Stadion Maguwoharjo dan AAU,''tuturnya.
Namun, prioritasnya adalah menggunakan Stadion Maguwoharjo. Sebab, perhitungannya adalah laga ini mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket untuk menutup uang sewa stadion karena tim juga sedang mengalami kesulitan finansial.''Tetapi terpaksanya, jika tidak mendapat izin di Maguwo, baru kita akan memakai lapangan AAU,” katanya.
Risikonya, jika menggunakan lapangan AAU maka pihak Panpel PSIM tidak mendapatkan pemasukan. Sebab, di sana dipastikan tidak bisa dihadiri oleh penonton dan pendukung kedua kesebelasan.''Sewa lapangan sekitar Rp 25 juta. Dengan kondisi finansial seperti ini (seret) maka kita harus mengadakan pertemuan. Yang penting, pertandingan harus dilakukan pada 19 Agustus,”ujarnya.
Direktur PT. Putra Insan Mandiri (PIM), Dwi Irianto mengatakan, pengajuan permohonan izin penggunaan Stadion Sultan Agung sudah mendapatkan balasan dari pengelola pada Selasa (12/8). Dari surat tertulis tersebut, lapangan tidak bisa digunakan karena pada 19 Agustus jadwal mereka melakukan pemupukan rumput.''Sudah ada surat tertulis dari pengelola, lapangan tidak bisa digunakan karena dilakukan perawatan,''kata dia.
Selain tidak ada izin dari pengelola stadion, juga dari pihak keamanan jika laga Derby Yogya ini dilakukan di Bantul tidak diperbolehkan. Dengan demikian, pihaknya pun harus mencari alternatif tempat lain. Sementara, pandangannya saat ini adalah Stadion maguwoharjo dan lapangan AAU.
''Kalau dari Polres Bantul kemarin secara lisan, pertandingan tidak akan diizinkan. Selanjutnya, kita akan mengajukan permohonan penggunaan Stadion Maguwoharjo dan AAU,''tuturnya.
Namun, prioritasnya adalah menggunakan Stadion Maguwoharjo. Sebab, perhitungannya adalah laga ini mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket untuk menutup uang sewa stadion karena tim juga sedang mengalami kesulitan finansial.''Tetapi terpaksanya, jika tidak mendapat izin di Maguwo, baru kita akan memakai lapangan AAU,” katanya.
Risikonya, jika menggunakan lapangan AAU maka pihak Panpel PSIM tidak mendapatkan pemasukan. Sebab, di sana dipastikan tidak bisa dihadiri oleh penonton dan pendukung kedua kesebelasan.''Sewa lapangan sekitar Rp 25 juta. Dengan kondisi finansial seperti ini (seret) maka kita harus mengadakan pertemuan. Yang penting, pertandingan harus dilakukan pada 19 Agustus,”ujarnya.
(aww)