Mati-matian Biar Selamat, PR Lebih Berat

Minggu, 07 September 2014 - 17:00 WIB
Mati-matian Biar Selamat,...
Mati-matian Biar Selamat, PR Lebih Berat
A A A
KEDIRI - Lolos dari jerat degradasi menjadi prestasi tersendiri bagi Persik Kediri musim ini. Setelah upaya mati-matian mencari selamat berhasil diakhiri dengan sukses, pekerjaan rumah (PR) lebih berat kini sudah menunggu tim ungu.

Musim baru masih menjadi pertanyaan besar bagi supporter Persikmania. Mereka masih belum memiliki keyakinan apakah tim kesayangannya bakal lebih kompetitif dibanding musim ini yang selama semusim berpredikat tim papan bawah.

Kegelisahan publik bola Kediri bermuara pada pemenuhan kebutuhan finansial. Tentu tidak bisa berharap prestasi lebih mentereng musim depan jika Persik kembali gagal mendatangkan dana signifikan sebagai modal belanja.

Tugas mencari sumber dana bahkan akan lebih berat dibanding perjuangan lolos degradasi. Ini sudah menjadi perhatian staf pelatih dan memperingatkan bahwa aspek finansial akan sangat menentukan untuk musim depan.

"Persik sekarang boleh bergembira karena tak terdegradasi. Tapi setelah ini ada pekerjaan yang sangat berat, yakni memenuhi kebutuhan finansial secara layak. Tanpa modal finansial memadai, Persik tak akan kompetitif," warning Asisten Pelatih Persik Kediri Musikan.

Ucapan Musikan tak mengada-ada. Di Indonesia Super League (ISL) musim ini, Persik tidak mampu mendatangkan pemain bintang karena keterbatasan keuangan. Mayoritas pemain yang ada adalah peninggalan Divisi Utama 2013 lalu.

Saking minimnya aset di Stadion Brawijaya, tim ungu masih memakai pemain veteran macam Harianto dan Khusnul Yuli sebagai kekuatan reguler. Pemain asing yang didatangkan pun tak mahal, seperti Ngon Mamoun, Fortune Udo dan Franck Bezzi.

Perceraian Persik dengan produsen rokok Gudang Garam menjadi masalah tersendiri. Perusahaan yang bertahun-tahun mengawal finansial Persik, memutuskan tak campur tangan sehingga manajemen susah payah dan serabutan mencari sumber dana lain.

"Secara logika, tim yang prestasinya sehat tentu didukung kemampuan belanja yang kuat. Musim ini sudah menjadi bukti bahwa kekuatan apa adanya susah bersaing di ISL. Semoga ini membuat Persik semakin giat mencari modal kompetisi musim depan," urai Musikan.

Sekadar prediksi, kemungkinan besar manajemen Persik bakal kembali merayu Gudang Garam untuk menjadi sponsor utama di Stadion Brawijaya. Itu langkah paling masuk akal mengingat potensi sponsorship lainnya di Kota Kediri masih lemah.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
1 jam yang lalu
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
3 jam yang lalu
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
12 jam yang lalu
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
13 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
13 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
14 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved