Gelar Laga PSIS-PSCS, Panpel Untung Rp220 Juta
Jum'at, 12 September 2014 - 15:38 WIB
Gelar Laga PSIS-PSCS, Panpel Untung Rp220 Juta
A
A
A
SEMARANG - Pertandingan PSIS Semarang kontra PSCS Cilacap di Stadion Jatidiri Semarang pada Rabu (10/9), membukukan pendapatan hingga mencapai Rp220 juta.Ini merupakan pendapatan tersebut dari fase grup sampai dengan babak 16 besar Divisi Utama 2014. Sebelumnya, penjualan tiket hanya mentok di kisaran Rp150 juta, bahkan lebih banyak di bawah nominal tersebut.
Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), perusahaan pengelola PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, kendati meraih di atas Rp200 juta, masih akan dilakukan evaluasi terhadap masuknya penonton tanpa tiket, melalui pintu panpel dan aparat.
“Penonton yang tidak duduk di tribune, itu yang tidak membeli tiket. Kami butuh dukungan penonton melalui pembelian tiket karena kompetisi masih panjang,” ujarnya, kemarin.
Diakui Yoyok, penjualan tiket di tribune utara, timur dan selatan saat bentrok dengan Laskar Nusakambangan, julukan PSCS, ludes terjual. Akibatnya penonton yang tidak kebagian tiket nekat menerebos pintu utara hingga jebol. Pada pertandingan selanjutnya, kerusakan pintu masuk akan dibenahi.
Pihaknya juga menemukan tiket palsu di pintu VIP dan VVIP. Ada yang masuk menggunakan tiket tanpa barcode, atau kumpulan data optik yang dibaca mesin.
“Kalau tidak ada barcode, ya tidak bisa masuk. Jumlahnya sekitar 200-an orang dan kami suruh membeli lagi tiket barcode di tempat penjualan resmi,” tutur pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.
Barcode selama ini sudah diberlakukan di pintu A (VVIP) dan pintu B dan C (VIP). Akibat penonton membludak, malam itu pertandingan babak kedua kontra anak asuh Gatot Barnowo ditunda hingga lebih dari 15 menit. Pasalnya ratusan penonton di tribune timur turun ke pinggir lapangan, sehingga inspektur pertandingan tidak berani melanjutkan laga.
Setelah para penonton digiring untuk berada di bawah tribune Barat, pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Puji Anto mengatakan, turunnya penonton ke pinggir lapangan akan dievaluasi oleh manajemen. Setelah harga tiket disamakan Rp20.000, baik tribun timur, selatan dan utara, para penonton lebih memilih untuk menempati tribun timur. Ini perlu solusi agar ke depan tidak terulang lagi.
“Mereka milih di tengah, ini akan kita sampaikan kepada pimpinan dulu. Babak 16 besar masih satu kali pertandingan kandang lawan Persikabo,” kata Puji.
Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), perusahaan pengelola PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, kendati meraih di atas Rp200 juta, masih akan dilakukan evaluasi terhadap masuknya penonton tanpa tiket, melalui pintu panpel dan aparat.
“Penonton yang tidak duduk di tribune, itu yang tidak membeli tiket. Kami butuh dukungan penonton melalui pembelian tiket karena kompetisi masih panjang,” ujarnya, kemarin.
Diakui Yoyok, penjualan tiket di tribune utara, timur dan selatan saat bentrok dengan Laskar Nusakambangan, julukan PSCS, ludes terjual. Akibatnya penonton yang tidak kebagian tiket nekat menerebos pintu utara hingga jebol. Pada pertandingan selanjutnya, kerusakan pintu masuk akan dibenahi.
Pihaknya juga menemukan tiket palsu di pintu VIP dan VVIP. Ada yang masuk menggunakan tiket tanpa barcode, atau kumpulan data optik yang dibaca mesin.
“Kalau tidak ada barcode, ya tidak bisa masuk. Jumlahnya sekitar 200-an orang dan kami suruh membeli lagi tiket barcode di tempat penjualan resmi,” tutur pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.
Barcode selama ini sudah diberlakukan di pintu A (VVIP) dan pintu B dan C (VIP). Akibat penonton membludak, malam itu pertandingan babak kedua kontra anak asuh Gatot Barnowo ditunda hingga lebih dari 15 menit. Pasalnya ratusan penonton di tribune timur turun ke pinggir lapangan, sehingga inspektur pertandingan tidak berani melanjutkan laga.
Setelah para penonton digiring untuk berada di bawah tribune Barat, pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Puji Anto mengatakan, turunnya penonton ke pinggir lapangan akan dievaluasi oleh manajemen. Setelah harga tiket disamakan Rp20.000, baik tribun timur, selatan dan utara, para penonton lebih memilih untuk menempati tribun timur. Ini perlu solusi agar ke depan tidak terulang lagi.
“Mereka milih di tengah, ini akan kita sampaikan kepada pimpinan dulu. Babak 16 besar masih satu kali pertandingan kandang lawan Persikabo,” kata Puji.
(wbs)