Jabatan Ketua KONI Jawa Barat Dipertanyakan

Rabu, 17 September 2014 - 21:56 WIB
Jabatan Ketua KONI Jawa...
Jabatan Ketua KONI Jawa Barat Dipertanyakan
A A A
BEKASI - Sejumlah Pengurus Daerah olahraga di Jawa Barat mempersoalkan penetapan posisi ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin. Pasalnya, terpilihnya Ahmad melanggar AD/ART. Bahkan, musyawarah olahraga provinsi luar biasa dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan.

"Tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada anggotanya," ujar Plt Pengda Ikatan Sport Sepeda Indinesia (ISSI), Jawa Barat, Taih Minarno kepada Sindonews, Rabu, (17/09).

Menurut Ketua Pengcab ISSI Kabupaten Bekasi ini, sebelum dilakukan Musorprovlub, agenda pada Minggu (14/9) lalu merupakan Rapat Anggota Tahunan yang diikuti oleh 45 cabang olahraga, dan 27 Koni daerah kota dan kabupaten seluruh Jawa Barat. "Namun tiba-tiba diubah menjadi Musorprovlub. Kok bisa begitu?," ujar anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Lantaran dalam agenda atau undangannya menjalankan RAT, tak seluruh pimpinan anggota KONI hadir. Mereka sebagian menugaskan perwakilannya. "Ketika sudah tiba di hotel, mendadak dibuat Musorprovlub," paparnya.

Sebelum penetapan secara aklamasi, pimpinan sidang melakukan penjaringan bagi calon ketua. Tapi, tak ada satu pun yang mengajukan menjadi calon. Sehingga, Ahmad menjadi calon tunggal. Karena itu, Taih mengaku kecewa, 20 peserta lainnya juga memiliki calon.

Tapi, dalam hitungan jam, sekitar 60 anggota sudah menunjuk calon baru yakni Plt KONI Ahmad Saefuddin. Sebab itu, pihaknya bakal mengadukan ke KONI Pusat, dan mendesak agar hasil dari Musorprovlub tersebut dibatalkan. Sehingga, kata dia, tak ada pelantikan Ketua KONI baru yang kini dijabat oleg Ahmad tersebut. "Rencana Musorprovlub awalnya pada Desember mendatang, kok tiba-tiba berubah," katanya.

Ketua Pengda Perserosi, Jawa Barat, Heri menyatakan, kalau dalam musorprovlub banyak terjadi kejanggalan, meskipun sudah memenuhi syarat. "Dalam hitungan jam, 60 anggota sudah mendukung salah satu kandidat. Ini kan aneh," katanya.

Dia juga meminta kepada KONI Pusat mengkaji hasil dari Musorprovlub tersebut. Selain itu, pihaknya meminta kepada Kemenpora juga mengkaji ihwal ketua Definitif yang masih aktif di TNI tersebut. "Harus ada fatwa dari KONI dan Kemenpora," ujarnya.
(bbk)
Berita Terkini
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
31 menit yang lalu
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
1 jam yang lalu
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
1 jam yang lalu
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
3 jam yang lalu
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
4 jam yang lalu
Infografis
20 Kolonel Pecah Bintang...
20 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved