Transisi Mengkhawatirkan Sape Kerap

Minggu, 05 Oktober 2014 - 07:02 WIB
Transisi Mengkhawatirkan...
Transisi Mengkhawatirkan Sape Kerap
A A A
MADURA - Persepam Madura United tidak hanya cemas menunggu hasil protes mereka ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait pemain ilegal Perseru Serui. Tim loreng juga dikhawatirkan oleh masa transisi yang kemungkinan terjadi musim ini.

Niat mundurnya Manajer Persepam Achsanul Qosasi dan rencana pengembalian pengelolaan klub pada Pemerintah Kabupaten Pamekasan, membuat situasi Persepam 'dalam bahaya'. Rencana tersebut membawa beberapa konsekuensi serius bagi Sape Kerap.

Konsekuensi pertama adalah sosok yang meneruskan tugas Achsanul Qosasi di Persepam. Harus diakui pria yang baru saja terpilih sebagai anggota Badan Pemerika Keuangan (BPK) RI ini merupakan sosok paling berpengalaman mengawal tim tim kompetis tertinggi.

Persepam harus mencari pengganti figur sekaliber Achsanul seandainya Persepam diputuskan bertahan di ISL. Konsekuensi kedua adalah masa depan tim jika PT Pojur Madura United menyerahkan pengelolaan kepada pemerintah setempat atau PSSI Pamekasan.

Tim yang finish berada di peringkat 10 wilayah timur ini bisa jadi malah menjelma menjadi tim lain. Sebab banyak aspek di Persepam secara hukum menjadi hak PT Pojur Madura United, mulai kostum, logo tim, julukan, bahkan hingga nama Madura United.

Achsanul Qosasi tak menampik bahwa perubahan besar bisa terjadi di Persepam musim depan. "Ini bisa menjadi era perubahan bagi Persepam. Siapa pun yang nanti mengelola, harus tetap berkomitmen memajukan sepak bola Madura," sebut Achsanul Qosasi.

Soal figur penerus dirinya, eks anggota DPR RI ini optimistis bakal ada sosok yang mumpuni membangun sepak bola Pulau Garam. Achsanul juga mengingatkan bahwa masa transisi tidak akan berjalan mudah dan perlu perjuangan lebih keras lagi.

"Mungkin situasinya akan lebih mudah kalau Persepam diputuskan tetap di ISL, karena tinggal meneruskan tugas musim sebelumnya. Efek terberat justru kalau Persepam tetap degradasi, karena jelas akan ada perubahan besar," terang Achsanul.

Tapi dia menyatakan bahwa perubahan sebuah tim, termasuk pengelolaan, adalah hal yang lumrah walau mungkin terlalu cepat bagi Persepam. Dia berharap siapa saja yang nantinya mengelola Sape Kerap, menjadikan tim lebih baik lagi di masa depan.

Hingga kini nasib Persepam masih menggantung alias belum berpikir bakal berkompetisi di level mana. Tim ISL pertama asal Madura ini beranggapan masib ada peluang selamat dari degradasi walau belum ada keputusan apa pun dari PSSI terkait protes mereka selama ini.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
8 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
9 jam yang lalu
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
12 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
17 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
18 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved