Sulitnya Persela Bersaing di 8 Besar
Kamis, 09 Oktober 2014 - 15:20 WIB
Sulitnya Persela Bersaing di 8 Besar
A
A
A
LAMONGAN - Persela Lamongan harus mengakui sulit bersaing di babak 8 Besar Indonesia Super League (ISL). Dalam dua pertandingan awal, hanya satu angka yang diperoleh dengan rekor kebobolan dua gol tiap pertandingan, yakni lawan Persipura Jayapura dan Arema Cronus.
Bahkan laga kandang bukan lagi sebuah jaminan untuk bisa mengamankan angka mutlak. Persela sekarang berada di urutan terbawah klasemen sementara Grup K, tempat di mana selayaknya mereka berada jika dikalkulasi dari aspek teknis.
Pelatih Persela Eduard Tjong berpikir realistis bahwa mencari angka di level ini adalah pekerjaan yang sangat sulit. Bobot lawan yang sangat berbeda dan dihuni tim terbaik, membuat timnya harus menerima kenyataan bahwa kans lolos dari babak ini sangat sulit.
"Kami harus menghadapi Persipura sebagai juara bertahan, Arema musim lalu sebagai runner-up, Semen Padang juara IPL. Saya bisa berpikir realistis bahwa Persela sulit mengalahkan mereka, walau pun bertanding di Lamongan,"ujar Eduard Tjong.
Tapi dirinya tidak mau menyerah saat baru melakoni dua dari enam pertandingan di babak delapan besar. Menurutnya sangat tidak jantan jika sudah pasrah hanya dengan alasan belum menang di dua pertandingan. Timnya harus terus berupaya memburu kemenangan.
"Persela sudah menunjukkan kemajuan dan tidak ada alasan untuk menyerah. Kami akan buktikan bahwa Persela akan berusaha keras hingga pertandingan terakhir nanti. Apa pun hasilnya nanti, itu persoalan di lapangan. Yang jelas kami akan terus berjuang," yakin dia.
Bahkan laga kandang bukan lagi sebuah jaminan untuk bisa mengamankan angka mutlak. Persela sekarang berada di urutan terbawah klasemen sementara Grup K, tempat di mana selayaknya mereka berada jika dikalkulasi dari aspek teknis.
Pelatih Persela Eduard Tjong berpikir realistis bahwa mencari angka di level ini adalah pekerjaan yang sangat sulit. Bobot lawan yang sangat berbeda dan dihuni tim terbaik, membuat timnya harus menerima kenyataan bahwa kans lolos dari babak ini sangat sulit.
"Kami harus menghadapi Persipura sebagai juara bertahan, Arema musim lalu sebagai runner-up, Semen Padang juara IPL. Saya bisa berpikir realistis bahwa Persela sulit mengalahkan mereka, walau pun bertanding di Lamongan,"ujar Eduard Tjong.
Tapi dirinya tidak mau menyerah saat baru melakoni dua dari enam pertandingan di babak delapan besar. Menurutnya sangat tidak jantan jika sudah pasrah hanya dengan alasan belum menang di dua pertandingan. Timnya harus terus berupaya memburu kemenangan.
"Persela sudah menunjukkan kemajuan dan tidak ada alasan untuk menyerah. Kami akan buktikan bahwa Persela akan berusaha keras hingga pertandingan terakhir nanti. Apa pun hasilnya nanti, itu persoalan di lapangan. Yang jelas kami akan terus berjuang," yakin dia.
(aww)