Singo Edan Cari Alasan

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 13:54 WIB
Singo Edan Cari Alasan
Singo Edan Cari Alasan
A A A
MALANG - Keputusan menerapkan strategi yang dilakukan Arema Cronus masih menimbulkan tanda tanya. Dalam dua pertandingan di babak delapan besar Indonesia Super League (ISL), Arema dua kali berganti formasi dan hasilnya tak menggembirakan.

Kala mengalahkan Semen Padang di Stadion Kanjuruhan 4 Oktober lalu, Arema yang memulai laga dengan 4-3-3 kemudian mengubah pola menjadi 3-5-2 di babak kedua. Hasilnya, Arema kebobolan satu bola dan lawan nyaris menyamakan kedudukan.

Empat hari kemudian, Arema bahkan langsung turun dengan formasi 3-5-2 di kandang Persela Lamongan. Hasilnya tetap tak sesuai harapan karena Singo Edan sudah kebobolan menit ke-4. Di paruh laga, Suharno mengembalikan formasi ideal 4-3-3.

Akankah kegalauan Arema dalam menurunkan formasi bakal berlanjut saat menyambut Persipura? Tampaknya masih mungkin. Sebab Suharno mengklaim timnya tak ada masalah dengan formasi itu dan dirinya tetap akan menurunkan strategi yang variatif.

"Sebenarnya bukan formasi yang membuat tim kurang maksimal, tapi lebih ke konsentrasi tim. Saat melawan Semen Padang, pemain kurang fokus di menit akhir. Sedangkan lawan Persela, pemain kurang siap menghadapi tekanan di menit awal," sebut Pelatih Arema Cronus Suharno.

Apa pun formasi yang nanti diturunkan, dia meminta tim fokus penuh sejak kick off hingga peluit akhir. Apalagi lawan seperti Persipura diprediksi bakal lebih berani memberikan tekanan ke pertahanan Victor Igbonefo dkk, demi mengganti poin yang hilang di Padang.

Namun Suharno tak bisa menutup mata bahwa daya penetrasi Singo Edan sedikit melemah dengan dua striker. Apalagi mengingat figur seperti Beto Goncalves sudah terlalu lama menjalani tugas sebagai striker sayap. Naluri pemain ini belum pulih seperti ketika menjadi top scorer ISL beberapa musim lalu.

Tidak ada kolaborasi yang mematikan antara Beto dengan Cristian Gonzales saat keduanya diduetkan. Suharno pun mengindikasikan bakal turun dengan tiga striker karena ingin timnya lebih gereget dalam memberikan ancaman ke gawang Mutiara Hitam.

"Kami harus rajin menekan dan tak memberikan kesempatan pada Persipura. Tapi juga tak akan melupakan kemungkinan serangan balik karena lawan punya striker cepat," ujarnya. Misi tersebut tampaknya hanya bisa diwujudkan dengan memasang tiga striker alias formasi 4-3-3.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Korea di Piala Dunia 2026: Son Jadi Motor, Bek Muda Cho Wi-je Debut
27 menit yang lalu
FIFA Terapkan Teknologi...
FIFA Terapkan Teknologi Offside Baru di Piala Dunia 2026, Bendera Tak Lagi Terlambat Diangkat
1 jam yang lalu
Manchester City Jadi...
Manchester City Jadi Klub dengan Wakil Terbanyak di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Frans Putros, Pemain...
Frans Putros, Pemain Aktif Liga Indonesia Pertama di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Leo/Daniel Gugur, Tiga...
Leo/Daniel Gugur, Tiga Wakil Merah Putih Tembus 16 Besar Indonesia Open 2026
14 jam yang lalu
Perjalanan Rifat Siapkan...
Perjalanan Rifat Siapkan Generasi Ketiga Keluarga Sungkar di Dunia Balap
17 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved