Balotelli Pergi Semua Orang Bahagia di Milan
Minggu, 12 Oktober 2014 - 20:42 WIB
Balotelli Pergi Semua Orang Bahagia di Milan
A
A
A
MILAN - Membiarkan Mario Balotelli bergabung dengan Liverpool bagaikan melepas duri dalam tubuh AC Milan. Betapa tidak. Mulai pelatih Filippo Inzaghi, Wakil Presiden Adriano Galliani, terakhir Direktur Olahraga Milan Umberto Gandini merasa lega bisa menjual mantan pemain Inter Milan itu ke klub Merseyside itu.
"Kami semua merasa kedatangan dia ke Italia, tempat yang dia cintai, akan menjadi lingkungan yang ideal baginya untuk berkembang menjadi pemain bintang. Tapi, itu tidak berhasil bagi kedua belah pihak," ungkap Gandini kepada Daily Star edisi Minggu.
Menurut Gandini, Balotelli tenyata bukan tipe pemain yang Milan butuhkan untuk memperbaiki performa tim di lapangan. Di sisi lain, Balotelli merasa Liga Primer Inggris merupakan panggung terbaik baginya dan dia ingin kembali ke sana.
"Jadi, Liverpool datang pada waktu yang tepat. Itu membuat semua orang senang. Cara Balotelli bermain tidak seperti nomor 9 murni, penyerang tengah. Problem di Milan adalah tidak punya pemain yang bertipe penyerang murni. Tapi Mario tidak terbiasa melakukan hal itu," ujar Gandini.
Gandini percaya Balotelli bisa menyelesaikan masalahnya, karena dia masih berusia 24 tahun. "Saya kenal Balotelli selama 18 bulan tapi tidak memiliki kesempatan mendiskusikan pengalamannya, kisahnya, dan apa yang dia rasakan. Saya katakan dia adalah anak yang sangat rendah hati, sangat asli, tapi juga seorang yang butuh kesuksesan. Dia masih harus menemukan jalan hidupnya."
Milan menjual Balotelli ke Liverpool senilai 16 juta pounds. Sebelumnya, Galliani dan Inzaghi juga puas dengan kepergian Balotelli, karena Milan lebih bersatu setelah mantan penyerang Manchester City itu hengkang.
"Kami semua merasa kedatangan dia ke Italia, tempat yang dia cintai, akan menjadi lingkungan yang ideal baginya untuk berkembang menjadi pemain bintang. Tapi, itu tidak berhasil bagi kedua belah pihak," ungkap Gandini kepada Daily Star edisi Minggu.
Menurut Gandini, Balotelli tenyata bukan tipe pemain yang Milan butuhkan untuk memperbaiki performa tim di lapangan. Di sisi lain, Balotelli merasa Liga Primer Inggris merupakan panggung terbaik baginya dan dia ingin kembali ke sana.
"Jadi, Liverpool datang pada waktu yang tepat. Itu membuat semua orang senang. Cara Balotelli bermain tidak seperti nomor 9 murni, penyerang tengah. Problem di Milan adalah tidak punya pemain yang bertipe penyerang murni. Tapi Mario tidak terbiasa melakukan hal itu," ujar Gandini.
Gandini percaya Balotelli bisa menyelesaikan masalahnya, karena dia masih berusia 24 tahun. "Saya kenal Balotelli selama 18 bulan tapi tidak memiliki kesempatan mendiskusikan pengalamannya, kisahnya, dan apa yang dia rasakan. Saya katakan dia adalah anak yang sangat rendah hati, sangat asli, tapi juga seorang yang butuh kesuksesan. Dia masih harus menemukan jalan hidupnya."
Milan menjual Balotelli ke Liverpool senilai 16 juta pounds. Sebelumnya, Galliani dan Inzaghi juga puas dengan kepergian Balotelli, karena Milan lebih bersatu setelah mantan penyerang Manchester City itu hengkang.
(sha)