Hayom Kerja Keras Singkirkan Ungulan Enam
Rabu, 15 Oktober 2014 - 21:41 WIB
Hayom Kerja Keras Singkirkan Ungulan Enam
A
A
A
ODENSE - Dionysius Hayom Rumbaka membuat gebrakan di turnamen bulutangkis Denmark Terbuka 2014. Hayom yang tak diunggulkan sukses memulangkan unggulan enam asal China Wang Zhengming dengan rubber game 17-21, 21-18, 21-19 pada babak pertama di Odense Sports Park, Rabu (15/10).
Atlet kelahiran Kulon Progo, 22 Oktober 1988 itu bermain sabar dan punya semangat juang tinggi untuk menyudahi permain Wang. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Hayom selalu dikalahkan juara Swiss Terbuka 2013 itu.
"Kunci kemenangan saya adalah semangat tak ingin kalah. Jika rasa itu sudah ada, bisa dipastikan semua kemampuan terbaik akan keluar," kata Hayom kepada badmintonindonesia.org.
"Selain itu, tadi saya bermain lebih sabar dan bisa mengatur serangan dengan baik. Jadi, meskipun hasil undian memaksa saya bertemu pemain unggulan di babak pertama, tak masalah, yang penting saya siap dan yakin."
Hayom begitu menguasai permainan, terutama di game kedua dan ketiga. Di game penentuan, Hayom unggul jauh 11-5 dan 15-10, namun situasi sempat tidak menguntungkan saat Wang perlahan mendekati skor Hayom. Namun, perlahan tapi pasti Hayom sukses menuntaskan permainan dalam durasi 62 menit.
"Lawan terlihat frustrasi di awal game ketiga. Namun setelahnya dia mengubah permainan dan saya jadi lambat mainnya. Di saat-saat kritis, saya hanya berpikir kalau ini poin tua, jangan buat kesalahan sendiri. Ditambah rasa tak mau kalah tadi, saya jadi bangkit dan menang," beber Hayom.
Hayom menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia di babak kedua, karena Tommy Sugiarto terhenti di babak pertama dari Tian Houwei (China) 14-21, 14-21. Di babak kedua, Hayom bertemu Kashyap Parupalli asal India yang mengalahka pebulutangkis Inggris Rajiv Ouseph 21-15, 21-18.
"Menghadapi Kashyap, saya harus waspada dengan permainan stroke nya yang bagus. Saya harus punya semangat tak mau kalah yang besar," imbuh Hayom, pemain binaan klub Djarum.
Atlet kelahiran Kulon Progo, 22 Oktober 1988 itu bermain sabar dan punya semangat juang tinggi untuk menyudahi permain Wang. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Hayom selalu dikalahkan juara Swiss Terbuka 2013 itu.
"Kunci kemenangan saya adalah semangat tak ingin kalah. Jika rasa itu sudah ada, bisa dipastikan semua kemampuan terbaik akan keluar," kata Hayom kepada badmintonindonesia.org.
"Selain itu, tadi saya bermain lebih sabar dan bisa mengatur serangan dengan baik. Jadi, meskipun hasil undian memaksa saya bertemu pemain unggulan di babak pertama, tak masalah, yang penting saya siap dan yakin."
Hayom begitu menguasai permainan, terutama di game kedua dan ketiga. Di game penentuan, Hayom unggul jauh 11-5 dan 15-10, namun situasi sempat tidak menguntungkan saat Wang perlahan mendekati skor Hayom. Namun, perlahan tapi pasti Hayom sukses menuntaskan permainan dalam durasi 62 menit.
"Lawan terlihat frustrasi di awal game ketiga. Namun setelahnya dia mengubah permainan dan saya jadi lambat mainnya. Di saat-saat kritis, saya hanya berpikir kalau ini poin tua, jangan buat kesalahan sendiri. Ditambah rasa tak mau kalah tadi, saya jadi bangkit dan menang," beber Hayom.
Hayom menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia di babak kedua, karena Tommy Sugiarto terhenti di babak pertama dari Tian Houwei (China) 14-21, 14-21. Di babak kedua, Hayom bertemu Kashyap Parupalli asal India yang mengalahka pebulutangkis Inggris Rajiv Ouseph 21-15, 21-18.
"Menghadapi Kashyap, saya harus waspada dengan permainan stroke nya yang bagus. Saya harus punya semangat tak mau kalah yang besar," imbuh Hayom, pemain binaan klub Djarum.
(sha)