Peluang Tipis, Persis Janji Main Ngotot
Jum'at, 17 Oktober 2014 - 17:02 WIB
Peluang Tipis, Persis Janji Main Ngotot
A
A
A
SOLO - Persis Solo siap tampil habis-habisan dalam laga keempatnya di babak delapan besar kontra PSCS Cilacap di Stadion Wijaya Kusuma, Sabtu (18/10).Tiga poin akan sedikit membuka kran Laskar Sambernyawa untuk menuju harapan lolos semifinal. Tapi jika menelan kekalahan,
langkah Ferry Anto di Divisi Utama 2014, bakal terhenti di babak delapan besar, karena peluangnya akan semakin tipis. Pasalnya sisa dua pertandingan berikutnya hanya bermain di kandang sekali, sisanya bertemu Pusamanio Borneo FC di Kalimantan Selatan.
Persis baru mengantongi poin 4, berada di peringkat 3. Adapun Martapura FC diperingkat kedua dengan torehan poin sama dan Borneo FC, menjadi pimpinan klasemen sementara Grup P, dengan poin 7. Peluang Persis dan Martapura fifty-fifty untuk menduduki peringkat kedua, atau bahkan pertama, jika ingin lolos ke babak berikutnya.
Manajer Persis Totok Supriyanto mengatakan, jika menang menghadapi PSCS, maka peluang untuk lolos ke semifinal masih ada. Tapi jika sampai kalah, Laskar Sambernyawa akan semakin terjepit.
“Kalau sampai kalah, masih ada peluang tapi kecil. Kita tekankan ini pertandingan penting, adik-adik harus maksimal,” ungkap Totok, Jumat (17/10).
PSIS datang ke Cilacap membawa 18 pemain, sudah termasuk Tinton Suharto, yang sebelumnya diganjar kartu merah dan tiga pemain lain yang mendapat sanksi.
Mereka siap diturunkan karena manajemen sudah membayar sanksi berupa denda.
Terpisah, Ketua Harian PSCS Cilacap Wasis tidak akan menyia-nyiakan pertandingan kandang. Kendati berada di juru kunci Grup P, masih ada peluang jika mampu menyapu bersih dua laga kandang, termasuk menghadapi anak asuh Widyantoro dan draw saat bertandang ke markas Martapura FC.
“Kami akan all out. Siapa tahu dalam pertandingan terakhir seri, karena bola ini bundar, yang selalu menyerang belum tentu bisa menang,” katanya.
Menurut dia, Roberto Kwateh dkk tidak mau langkah PSCS hanya berhenti di babak delapan besar. Mereka ingin mengambil poin sempurna, apalagi ini bertanding didepan Laskar Nusakambangan (Lanus), suporter PSCS.
“Saya tidak mau dicemooh Lanus. Pemain juga ingin kontraknya tidak mandek, dan mendapat bonus jika memenangkan pertandingan,” terangnya.
Wasis kemudian membandingkan nasib PSGC Ciamis, yang sempat menjadi juru kunci di babak 16 besar lalu, lalu kemudian bisa lolos ke delapan besar. Jadi, hal ini bisa saja terjadi pada PSCS Cilacap. “Jadi kami tetap optimistis dan mengeluarkan semua tenaga. Jadi lolos semifinal atau tidak, kami sudah berjuang maksimal,” tandasnya.
langkah Ferry Anto di Divisi Utama 2014, bakal terhenti di babak delapan besar, karena peluangnya akan semakin tipis. Pasalnya sisa dua pertandingan berikutnya hanya bermain di kandang sekali, sisanya bertemu Pusamanio Borneo FC di Kalimantan Selatan.
Persis baru mengantongi poin 4, berada di peringkat 3. Adapun Martapura FC diperingkat kedua dengan torehan poin sama dan Borneo FC, menjadi pimpinan klasemen sementara Grup P, dengan poin 7. Peluang Persis dan Martapura fifty-fifty untuk menduduki peringkat kedua, atau bahkan pertama, jika ingin lolos ke babak berikutnya.
Manajer Persis Totok Supriyanto mengatakan, jika menang menghadapi PSCS, maka peluang untuk lolos ke semifinal masih ada. Tapi jika sampai kalah, Laskar Sambernyawa akan semakin terjepit.
“Kalau sampai kalah, masih ada peluang tapi kecil. Kita tekankan ini pertandingan penting, adik-adik harus maksimal,” ungkap Totok, Jumat (17/10).
PSIS datang ke Cilacap membawa 18 pemain, sudah termasuk Tinton Suharto, yang sebelumnya diganjar kartu merah dan tiga pemain lain yang mendapat sanksi.
Mereka siap diturunkan karena manajemen sudah membayar sanksi berupa denda.
Terpisah, Ketua Harian PSCS Cilacap Wasis tidak akan menyia-nyiakan pertandingan kandang. Kendati berada di juru kunci Grup P, masih ada peluang jika mampu menyapu bersih dua laga kandang, termasuk menghadapi anak asuh Widyantoro dan draw saat bertandang ke markas Martapura FC.
“Kami akan all out. Siapa tahu dalam pertandingan terakhir seri, karena bola ini bundar, yang selalu menyerang belum tentu bisa menang,” katanya.
Menurut dia, Roberto Kwateh dkk tidak mau langkah PSCS hanya berhenti di babak delapan besar. Mereka ingin mengambil poin sempurna, apalagi ini bertanding didepan Laskar Nusakambangan (Lanus), suporter PSCS.
“Saya tidak mau dicemooh Lanus. Pemain juga ingin kontraknya tidak mandek, dan mendapat bonus jika memenangkan pertandingan,” terangnya.
Wasis kemudian membandingkan nasib PSGC Ciamis, yang sempat menjadi juru kunci di babak 16 besar lalu, lalu kemudian bisa lolos ke delapan besar. Jadi, hal ini bisa saja terjadi pada PSCS Cilacap. “Jadi kami tetap optimistis dan mengeluarkan semua tenaga. Jadi lolos semifinal atau tidak, kami sudah berjuang maksimal,” tandasnya.
(wbs)