Mahesa Jenar Akui Turut Bersalah

Selasa, 28 Oktober 2014 - 00:28 WIB
Mahesa Jenar Akui Turut...
Mahesa Jenar Akui Turut Bersalah
A A A
SEMARANG - PSIS Semarang mengakui telah melakukan kesalahan karena membuat tiga gol bunuh diri dalam laga menghadapi PSS Sleman di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Sleman, Minggu (26/10).

Hanya saja, kesalahan itu tidak murni dibuat oleh Mahesa Jenar namun dimulai oleh kubu tuan rumah. PSIS hanya terpancing ulah pemain PSS yang tidak sportif, karena lebih dulu melakukan gol bunuh diri dimenit ke-85.

“Ini situasi pertandingan yang menyebalkan. Kami siap penuhi panggilan Komisi Disiplin dan PSSI dan akan saya sampaikan fakta dalam pertandingan, mungkin juga akan sama dengan pengawas pertandingan,” kata Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan Pengelola PSIS, Yoyok Sukawi kepada wartawan, kemarin.

Yoyok menerangkan, pada babak pertama pertandingan berjalan dengan baik. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun pada babak kedua, bola lebih banyak berputar-putar ke barisan pertahanan tim berjuluk Elang Jawa tersebut hingga akhirnya pemain tuan rumah melakukan bunuh diri.

“Ada pendukung PSS yang berteriak menyalahkan PSIS akan bertemu Borneo setelah gol bunuh diri,” terangnya.

Setelah dua pemain PSS melakukan bunuh diri, giliran pemain PSIS yang melakukan aksi yang sama yakni Fadli Manan dimenit ke-89 dan Khomaedi (90+1) dan (90+3). Pertandingan berakhir dengan kemenangan tuan rumah 3-2.

Aksi tersebut disinyalir untuk menghindari pertemuan dengan Borneo FC, yang berada di peringkat 2 Grup P, setelah memilih walk out (WO) di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan . Dalam manual liga, peringkat 2 di Grup P, akan bertemu peringkat 1 di Grup N.

Begitu juga sebaliknya, peringkat 2 Grup N, akan bertemu dengan peringkat 1 Grup P. Sehingga PSIS akan bertemu Martapura FC di babak semifinal dengan sistem gugur.

Saat ditanya apakah ada upaya untuk menghindari Borneo FC, pemilik nama asli AS Sukawijaya ini dengan tegas menyangkal.

Menurut dia, jika ingin menghindari Borneo FC, PSIS sejak awal tidak perlu berangkat sehingga akan kalah WO (walk out). Tapi timnya tetap bertanding di Sleman meski pada akhirnya situasi di lapangan berbeda.

“Saya tidak menyalahkan pemain dan akan bertanggungjawab,” tandasnya. Terkait dengan kemungkinan sanksi dari Komdis berupa diskualifikasi, dia menilai itu sangat tergesa-gesa.

Harusnya diusut dulu alasannya apa. Kemudian faktor yang mengikuti itu apa. Pertandingan tersebut tidak memengaruhi posisi tim lain di Grup N. Wacana boleh, tapi harus dilihat permasalahannya secara jernih dan diputuskan seadil-adilnya jika melanggar hukum. Hingga kemarin, belum ada surat panggilan dari Komdis ke PSIS.

“PSIS dan PSS sama-sama salah. Kita tidak ada kuasa mengatur skor,” tegasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
27 menit yang lalu
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
1 jam yang lalu
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
2 jam yang lalu
Mimpi Ouahbi dan Misi...
Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
4 jam yang lalu
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
15 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved