Berharap Keringanan Hukuman

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 16:45 WIB
Berharap Keringanan...
Berharap Keringanan Hukuman
A A A
SEMARANG - PSSI diharapkan bijak memutuskan sanksi terhadap pemain PSIS Semarang yang mencetak gol bunuh diri, maupun yang terkait dengan insiden sepak bola gajah. Alasannya, para penggawa yang melakukan harakiri tersebut merupakan pemain muda yang masih sangat berpotensi untuk meningkatkan prestasinya.

Masa depannya masih panjang untuk berlaga di Liga Indonesia. Fadly Manan, gelandang asal Makassar itu usianya masih 23 tahun.

Adapun Khomaedi, jebolan PS Angkatan Daerat (AD) itu juga belum genap 24 tahun. Fadly Manan melakukan gol bunuh diri di menit ke89 dan Khomaedi, di perpanjangan waktu saat PSIS dijamu PSS Sleman di Stadion Akademi Angkatan Udara (AU), Berbah, Sleman. Disinyalir kedua tim tidak ingin menang untuk menghindari pertemuan dengan Pusamania Borneo FC.

“Pemain kita masih muda-muda, saya harap ada keringanan,” ungkap Manajer PSIS Wahyu Winarto.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebelumnya menyebut pemain PSIS Fadli Manan dan Khomaedi terancam hukuman larangan bermain seumur hidup di kancah sepak bola Indonesia. Komdis masih melakukan investigasi dan menghimpun keterangan dari pemain, official, pengurus dan pelaksana pertandingan. Baik Fadli dan Khomaedi sebelumnya sudah dipanggil dalam Sidang Komdis.

Selain keduanya, turut dimintai keterangan kiper Catur Adi Nugroho dan juga Pelatih PSIS Eko Riyadi dan Manajer Wahyu Winarto. Aksi tersebut diduga tidak murni kehendak dari pemain di lapangan hijau.

“Ya (kalau diperingan) Alhamdulillah. Saya tidak bisa berandai-andai karena sampai sekarang sanksi untuk pemain belum ada, kan masih diinvestigasi selama dua minggu,” imbuh CEO PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan pengelola PSIS Yoyok Sukawi.

Bagi tim PSIS, jika kehilangan dua pemain tersebut menjadi kerugian kendati Fadly dan Khomaedi hanya menyandang status pemain pelapis.

Meski begitu, peran Khomaedi cukup vital di bek kiri untuk mengantisipasi sewaktu-waktu jika Welly Siagian dan Taufik Hidayat absen. Selama ini Mahesa Jenar memang lebih banyak mengandalkan tenaga Welly dan Taufik.

Adapun Fadly, di tim masih kalah bersaing dengan Ronald Fagundez, pemain yang sudah malang melintang di banyak klub di Indonesia.

Fadly sangat berharap tidak mendapatkan hukuman berat dari otoritas sepak bola tertinggi di Tanah Air. “Harapan saya cuma itu, tidak dihukum berat. Seperti yang sudah saya sampaikan, itu (aksi bunuh diri) spontan,” tuturnya.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
3 jam yang lalu
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
5 jam yang lalu
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
5 jam yang lalu
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
13 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
13 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
14 jam yang lalu
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved