Pendukung PSIS Berencana Kepung Kantor PSSI
Minggu, 02 November 2014 - 10:15 WIB
Pendukung PSIS Berencana Kepung Kantor PSSI
A
A
A
SEMARANG - Pendukung PSIS Semarang disarankan untuk tidak berdemo di kantor PSSI di Jakarta. Aksi demo tersebut dikhawatirkan justru akan memperkeruh masalah. Keinginan untuk mendatangi kantor PSSI itu disampaikan oleh suporter karena menilai manajemen terkesan diam menanggapi sanksi diskualifikasi dari Divisi Utama 2013-2014.
Keinginan kuat dari suporter itu tidak direstui oleh manajemen. Hal itu diutarakan oleh CEO PT Mahesa Jenar Semarang, Yoyok Sukawi, dalam acara ngobrol dan ngopi bareng dengan tema “Ayo, Dukung PSIS” di Sampan Resto Jalan dr Wahidin 91 Kota Semarang, Sabtu (1/11), yang digelar oleh komunitas media sosial “Semarang Punya Cerita”.
“Saya akui, selama beberapa hari ini kami mendapat tekanan dari banyak pihak (suporter), yang menanyakan kenapa diam saja setelah menerima sanksi dari Komdis PSSI.
"Dengan sikap kami seperti itu, mereka ingin berangkat ke PSSI untuk berdemo, maka kalau kami berbondong-bondong ke sana, maka itu akan dinilai tidak baik,” kata pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.
Menurut dia, tidak semua orang PSSI membela PSIS. Pihaknya saat ini memilih menunggu dulu selama dua minggu ini. Hukuman diskualifikasi tersebut sangat berat. Sama seperti kasus korupsi, jika yang bersalah orangnya, seharusnya institusinya tidak ikut kena.
“Memang kami salah, tapi mohon kebijaksanaannya. Kita berharap ada sedikit celah atau cahaya agar hukuman itu bisa ringan, setidaknya bukan institusinya yang kena sanksi,” ujar dia.
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi berhadap pihak manajemen PSIS terus berusaha semaksimal mungkin agar sanksi yang diterima bisa diringankan. Bahkan jika perlu, dia siap menggunakan upaya politik.
“Karena sudah telanjur, harus tetap berusaha atau “melawan” sesuai dengan koridor yang berlaku. Kasihan pemainnya karena ikut menjadi korban,” katanya.
Sementara mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip sebenarnya berharap agar PSIS bisa promosi ke Indonesia Super League (ISL). Tapi dalam perjalanannya justru tersandung. “Kenapa harus takut dengan Pusamania Borneo FC, yang hanya menang 11 kali dari penalti,” kata dia.
Keinginan kuat dari suporter itu tidak direstui oleh manajemen. Hal itu diutarakan oleh CEO PT Mahesa Jenar Semarang, Yoyok Sukawi, dalam acara ngobrol dan ngopi bareng dengan tema “Ayo, Dukung PSIS” di Sampan Resto Jalan dr Wahidin 91 Kota Semarang, Sabtu (1/11), yang digelar oleh komunitas media sosial “Semarang Punya Cerita”.
“Saya akui, selama beberapa hari ini kami mendapat tekanan dari banyak pihak (suporter), yang menanyakan kenapa diam saja setelah menerima sanksi dari Komdis PSSI.
"Dengan sikap kami seperti itu, mereka ingin berangkat ke PSSI untuk berdemo, maka kalau kami berbondong-bondong ke sana, maka itu akan dinilai tidak baik,” kata pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.
Menurut dia, tidak semua orang PSSI membela PSIS. Pihaknya saat ini memilih menunggu dulu selama dua minggu ini. Hukuman diskualifikasi tersebut sangat berat. Sama seperti kasus korupsi, jika yang bersalah orangnya, seharusnya institusinya tidak ikut kena.
“Memang kami salah, tapi mohon kebijaksanaannya. Kita berharap ada sedikit celah atau cahaya agar hukuman itu bisa ringan, setidaknya bukan institusinya yang kena sanksi,” ujar dia.
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi berhadap pihak manajemen PSIS terus berusaha semaksimal mungkin agar sanksi yang diterima bisa diringankan. Bahkan jika perlu, dia siap menggunakan upaya politik.
“Karena sudah telanjur, harus tetap berusaha atau “melawan” sesuai dengan koridor yang berlaku. Kasihan pemainnya karena ikut menjadi korban,” katanya.
Sementara mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip sebenarnya berharap agar PSIS bisa promosi ke Indonesia Super League (ISL). Tapi dalam perjalanannya justru tersandung. “Kenapa harus takut dengan Pusamania Borneo FC, yang hanya menang 11 kali dari penalti,” kata dia.
(wbs)