Gagal Tembus ISL, Pelatih PSIS Minta Maaf
Minggu, 09 November 2014 - 22:12 WIB
Gagal Tembus ISL, Pelatih PSIS Minta Maaf
A
A
A
SEMARANG - Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi menyampaikan permohonan maaf, karena tidak bisa membawa tim promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Selama ini apresiasi suporter dan publik Kota Semarang cukup besar, namun tidak bisa diimbangi dengan prestasi untuk bermain di kasta yang lebih tinggi.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, karena hanya bisa menembus delapan besar. Kami bisa bermain maksimal, karena selama ini juga mendapat dukungan penuh dari manajemen,” ungkap Eko Riyadi.
Menurut dia, selain dari manajemen, dukungan dari suporter selama ini juga all out, baik itu dari Panser Biru, Snex dan Hooligan, serta elemen suporter lainnya. “Mereka tidak pernah berhenti bernyanyi sepanjang pertandingan,” katanya.
PSIS seperti diketahui gagal menembus semifinal setelah didiskualifikasi dari kontestan Divisi Utama 2014 lantaran mempertontonkan sepak bola gajah dalam pertandingan kontra PSS Sleman, di Stadion AAU Berbah, Sleman, Minggu (26/10) lalu.
Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 3-2 kemenangan dari tuan rumah itu semuanya tercipta dari gol bunuh diri. Kedua tim disinyalir tidak ingin menang untuk menghindari pertemuan Pusamania Borneo FC. Upaya banding tim yang sudah dilayangkan kepada Komisi Banding pun kandas, karena Mahesa Jenar tetap didiskualifikasi karena dinilai melanggar Statuta 2014 pasal 118 huruf e
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, karena hanya bisa menembus delapan besar. Kami bisa bermain maksimal, karena selama ini juga mendapat dukungan penuh dari manajemen,” ungkap Eko Riyadi.
Menurut dia, selain dari manajemen, dukungan dari suporter selama ini juga all out, baik itu dari Panser Biru, Snex dan Hooligan, serta elemen suporter lainnya. “Mereka tidak pernah berhenti bernyanyi sepanjang pertandingan,” katanya.
PSIS seperti diketahui gagal menembus semifinal setelah didiskualifikasi dari kontestan Divisi Utama 2014 lantaran mempertontonkan sepak bola gajah dalam pertandingan kontra PSS Sleman, di Stadion AAU Berbah, Sleman, Minggu (26/10) lalu.
Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 3-2 kemenangan dari tuan rumah itu semuanya tercipta dari gol bunuh diri. Kedua tim disinyalir tidak ingin menang untuk menghindari pertemuan Pusamania Borneo FC. Upaya banding tim yang sudah dilayangkan kepada Komisi Banding pun kandas, karena Mahesa Jenar tetap didiskualifikasi karena dinilai melanggar Statuta 2014 pasal 118 huruf e
(wbs)