Tak Ada Gunanya Bobotoh Serang Warga di Jakarta
Rabu, 12 November 2014 - 18:43 WIB
Tak Ada Gunanya Bobotoh Serang Warga di Jakarta
A
A
A
BANDUNG - Bobotoh membantah keras adanya pemberitaan dan isu bahwa mereka memprovokasi warga dan melakukan pelemparan terhadap warga di Jakarta yang berbuntut mereka justru 'diserang balik' oleh warga. Jimmy, perwakilan bobotoh, menyesalkan adanya pemberitaan dan isu tersebut. Bobotoh terkesan jadi pihak yang disudutkan dalam hal ini.
"Statement yang menyatakan kita menyerang warga lebih dulu, tidak ada gunanya buat kami," tegas Jimmy dalam konferensi pers di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Rabu (12/11).
Menurutnya, bobotoh saat itu dalam perjalanan pulang usai dari Palembang. Tapi tiba-tiba mereka diserang beberapa kali oleh gerombolan orang yang diduga suporter Persija Jakarta. "Kita di jalan diserang. Kita keluar dari bus biar tidak terlalu hancur busnya dan tidak ada korban," ungkapnya.
Saat itu, bobotoh berusaha melawan demi menghindari korban berjatuhan. Alhasil beberapa bobotoh pun terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Jimmy kembali menegaskan, tidak ada alasan bagi bobotoh untuk berhenti di tengah jalan untuk merayakan juaranya Persib dan melempari rumah warga. "Waktu itu kita malah ingin cepat-cepat sampai ke Bandung, kita tidak ada niat untuk istirahat atau turun di jalan," tuturnya.
Disinggung soal pelaku pelemparan, ia menduga hal itu dilakukan dengan sangat rapi. "Mereka tidak memakai atribut. Tapi mereka sudah mempersiapkan diri, mereka pakai helm, lalu ada yang melempar batu sampai bom molotov," bebernya.
Sementara akibat insiden itu, enam bobotoh sempat dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan. Menurut Ceper, perwakilan bobotoh lainnya, keenam orang itu bukan ditangkap. "Mereka tidak diamankan, tapi mengamankan diri pada polisi yang ada di lokasi," ucapnya.
Dicky, salah seorang dari enam bobotoh tersebut, mengaku sengaja mengamankan diri agar tidak jadi korban keberingasan gerombolan orang di lokasi. "Saya akhirnya bisa pulang setelah dijemput Ridwan Kamil," tandasnya.
"Statement yang menyatakan kita menyerang warga lebih dulu, tidak ada gunanya buat kami," tegas Jimmy dalam konferensi pers di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Rabu (12/11).
Menurutnya, bobotoh saat itu dalam perjalanan pulang usai dari Palembang. Tapi tiba-tiba mereka diserang beberapa kali oleh gerombolan orang yang diduga suporter Persija Jakarta. "Kita di jalan diserang. Kita keluar dari bus biar tidak terlalu hancur busnya dan tidak ada korban," ungkapnya.
Saat itu, bobotoh berusaha melawan demi menghindari korban berjatuhan. Alhasil beberapa bobotoh pun terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Jimmy kembali menegaskan, tidak ada alasan bagi bobotoh untuk berhenti di tengah jalan untuk merayakan juaranya Persib dan melempari rumah warga. "Waktu itu kita malah ingin cepat-cepat sampai ke Bandung, kita tidak ada niat untuk istirahat atau turun di jalan," tuturnya.
Disinggung soal pelaku pelemparan, ia menduga hal itu dilakukan dengan sangat rapi. "Mereka tidak memakai atribut. Tapi mereka sudah mempersiapkan diri, mereka pakai helm, lalu ada yang melempar batu sampai bom molotov," bebernya.
Sementara akibat insiden itu, enam bobotoh sempat dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan. Menurut Ceper, perwakilan bobotoh lainnya, keenam orang itu bukan ditangkap. "Mereka tidak diamankan, tapi mengamankan diri pada polisi yang ada di lokasi," ucapnya.
Dicky, salah seorang dari enam bobotoh tersebut, mengaku sengaja mengamankan diri agar tidak jadi korban keberingasan gerombolan orang di lokasi. "Saya akhirnya bisa pulang setelah dijemput Ridwan Kamil," tandasnya.
(bbk)