Ducati Tetap Sulit dengan Aturan Kelas Terbuka
Selasa, 18 November 2014 - 22:07 WIB
Ducati Tetap Sulit dengan Aturan Kelas Terbuka
A
A
A
VALENCIA - Ducati musim 2014 menjadi satu-satunya tim pabrikan yang menggunakan aturan kelas terbuka. Namun hal tersebut rupanya masih membuat sulit tim yang berbasid di Italia itu.
Hal tersebut disampaikan Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti saat mengadakan forum pertemuan dengan petinggi tim Yamaha yang diwakili Lin Jarvis dan Honda yang diwakili Livio Suppo. Menurut Ciabatti, terlepas dari aturan kelas terbuka (bahan bakar lebih banyak dll) ada sejumlah aspek yang tak kalah penting diperhatikan.
"Jelas kita menggunakan hingga 24 liter bahan bakar untuk balapan, tetapi pada dasarnya yang paling penting adalah kebebasan untuk terus mengembangkan mesin. Jika Anda mengubah pemasangan mesin ketika mesin beku anda tidak dapat melakukannya, jelas kita memiliki kebebasan untuk mengubah beberapa hal,'' ucapnya dilansir crash, Selasa (18/11).
"Kita hanya bisa melakukan itu karena hanya bisa memodifikasi mesin. Saya pikir itu adalah hal yang paling penting. Ban juga memberikan beberapa keuntungan dalam kualifikasi, tapi hanya dua kali bisa kita gunakan pilihan yang lembut kami dalam lomba," tambahnya.
"Hal itu tentu tidak menyeluruh beri keuntungan. Melakukan pengujian dengan pengendara pabrik kami juga membantu untuk mempercepat proses pengembangan dan meningkatkan penampilan kami," tutupnya.
Hal tersebut disampaikan Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti saat mengadakan forum pertemuan dengan petinggi tim Yamaha yang diwakili Lin Jarvis dan Honda yang diwakili Livio Suppo. Menurut Ciabatti, terlepas dari aturan kelas terbuka (bahan bakar lebih banyak dll) ada sejumlah aspek yang tak kalah penting diperhatikan.
"Jelas kita menggunakan hingga 24 liter bahan bakar untuk balapan, tetapi pada dasarnya yang paling penting adalah kebebasan untuk terus mengembangkan mesin. Jika Anda mengubah pemasangan mesin ketika mesin beku anda tidak dapat melakukannya, jelas kita memiliki kebebasan untuk mengubah beberapa hal,'' ucapnya dilansir crash, Selasa (18/11).
"Kita hanya bisa melakukan itu karena hanya bisa memodifikasi mesin. Saya pikir itu adalah hal yang paling penting. Ban juga memberikan beberapa keuntungan dalam kualifikasi, tapi hanya dua kali bisa kita gunakan pilihan yang lembut kami dalam lomba," tambahnya.
"Hal itu tentu tidak menyeluruh beri keuntungan. Melakukan pengujian dengan pengendara pabrik kami juga membantu untuk mempercepat proses pengembangan dan meningkatkan penampilan kami," tutupnya.
()