Ancelotti Menatap Laga ke-50 di Eibar
Kamis, 20 November 2014 - 06:10 WIB
Ancelotti Menatap Laga ke-50 di Eibar
A
A
A
MADRID - Carlo Ancelotti menatap laga ke-50 La Liga bersama Real Madrid saat bertandang ke kandang Eibar, Municipal de Ipurua, Sabtu (23/11). Entrenador asal Italia itu menorehkan rekor impriesif bersama Los Blancos, dengan catatan 36 menang, enam imbang, dan tujuh kali kalah.
Dalam 49 laga La Liga yang sudah dilakoni Ancelotti di musim keduanya bersama Madrid, pasukannya sudah mencetak 146 gol. Di bawah arahan mantan pelatih AC Milan itu, Madrid memenangi 84% laga liga.
Musim 2014/2015, dalam 11 laga Madrid menjadi tim yang selalu mencetak gol dalam tiap laga, mengungguli Atletico Madrid dan Celta Vigo (10 laga). Sebelum ini, Madrid tak pernah mencetak gol dalam 11 laga pembuka La Liga sejak 15 tahun silam. Terakhir kali Madrid menorehkan catatan impresif mencetak gol dalam 11 laga pembuka pada musim 1999/2000.
Musim ini, Madrid yang bertengger di puncak klasemen sementara dengan 27 poin, juga menjadi mesin gol tersubur dengan 42 gol atau rata-rata 3,8 gol per laga, dengan kebobolan 11 gol. Kemenangan terbesar musim ini terjadi di Riazor saat menang 8-2 atas Deportivo La Coruna, lalu menang 5-0 atas Athletic Bilbao dan Levante.
Soal cedera Luka Modric, Ancelotti menjelaskan Modric merupakan pemain yang sangat penting baginya, namun dia akan menutupnya dengan Toni Kroos dan Sami Khedira yang berpartner di Jerman selama Piala Dunia 2014. "Isco bukan opsi terakhir kami, dia pilihan yang lain. Isco dapat bermain di berbagai posisi," jelas Ancelotti seperti dilansir Marca.
Dalam 49 laga La Liga yang sudah dilakoni Ancelotti di musim keduanya bersama Madrid, pasukannya sudah mencetak 146 gol. Di bawah arahan mantan pelatih AC Milan itu, Madrid memenangi 84% laga liga.
Musim 2014/2015, dalam 11 laga Madrid menjadi tim yang selalu mencetak gol dalam tiap laga, mengungguli Atletico Madrid dan Celta Vigo (10 laga). Sebelum ini, Madrid tak pernah mencetak gol dalam 11 laga pembuka La Liga sejak 15 tahun silam. Terakhir kali Madrid menorehkan catatan impresif mencetak gol dalam 11 laga pembuka pada musim 1999/2000.
Musim ini, Madrid yang bertengger di puncak klasemen sementara dengan 27 poin, juga menjadi mesin gol tersubur dengan 42 gol atau rata-rata 3,8 gol per laga, dengan kebobolan 11 gol. Kemenangan terbesar musim ini terjadi di Riazor saat menang 8-2 atas Deportivo La Coruna, lalu menang 5-0 atas Athletic Bilbao dan Levante.
Soal cedera Luka Modric, Ancelotti menjelaskan Modric merupakan pemain yang sangat penting baginya, namun dia akan menutupnya dengan Toni Kroos dan Sami Khedira yang berpartner di Jerman selama Piala Dunia 2014. "Isco bukan opsi terakhir kami, dia pilihan yang lain. Isco dapat bermain di berbagai posisi," jelas Ancelotti seperti dilansir Marca.
(sha)