Bongkar Borok FIFA, Nyawa Wanita Ini Terancam
Kamis, 20 November 2014 - 17:56 WIB
Bongkar Borok FIFA, Nyawa Wanita Ini Terancam
A
A
A
NEW YORK - FBI akhirnya memutuskan untuk memberikan perlindungan penuh kepada Phaedra Al-Majid setelah dirinya membongkar kecurangan yang terjadi dalam penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Phaedra adalah anggota dari tim bidding Qatar, namun dirinya memutuskan untuk keluar setelah melihat semua kecurangan yang terjadi saat proses biding berlangsung.
''Saat itu saya sedang menonton TV di rumah, dan para anggota FBI datang. Mereka mengatakan akan memberikan perlindungan kepada saya karena saat ini nyawa saya dan anak-anak saya berada dalam bahaya,'' ungkap Phaedra seperti dilansir Daily Mail.
Menurut Phaedra, ia dan anak-anaknya sebelumnya memang telah beberapa kali mendapat ancaman. Bahkan, sebagian ancaman langsung ditujukan kepada anak-anaknya. Namun ia percaya kalau ancaman itu datang justru dari orang-orang Qatar yang kecewa, karena dengan kejadian ini negara mereka akan terancam gagal menjadi tuan rumah.
Meski demikian Phaedra mengaku tidak menyesal dengan langkahnya untuk membongkar kebobrokan Otoritas tertinggi sepak bola dunia.
''Saya mendapat banyak ancaman, bahkan sebagian dari ancaman itu langsung ditujukan kepada anak-anak saya. Saya percaya itu dari orang-orang Qatar, saya adalah ancaman terbesar bagi Qatar,'' jelas Phaedra.
''Tentu saya tahu dengan membeberkan semua ini, semua konsekuensinya akan menjadi tanggung jawab saya. Saya tahu saya tidak akan pernah tenang seumur hidup saya dan akan mengancam keamanan keluarga saya. Namun saya melihat sesuatu dan saya harus mengungkapnya,'' tegasnya.
Saat ini, penyelidikan soal kecurangan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia terus berlangsung. Namun FIFA sendiri enggan membeberkan sejauh mana proses penyelidikan tersebut berlangsung.
''Saat itu saya sedang menonton TV di rumah, dan para anggota FBI datang. Mereka mengatakan akan memberikan perlindungan kepada saya karena saat ini nyawa saya dan anak-anak saya berada dalam bahaya,'' ungkap Phaedra seperti dilansir Daily Mail.
Menurut Phaedra, ia dan anak-anaknya sebelumnya memang telah beberapa kali mendapat ancaman. Bahkan, sebagian ancaman langsung ditujukan kepada anak-anaknya. Namun ia percaya kalau ancaman itu datang justru dari orang-orang Qatar yang kecewa, karena dengan kejadian ini negara mereka akan terancam gagal menjadi tuan rumah.
Meski demikian Phaedra mengaku tidak menyesal dengan langkahnya untuk membongkar kebobrokan Otoritas tertinggi sepak bola dunia.
''Saya mendapat banyak ancaman, bahkan sebagian dari ancaman itu langsung ditujukan kepada anak-anak saya. Saya percaya itu dari orang-orang Qatar, saya adalah ancaman terbesar bagi Qatar,'' jelas Phaedra.
''Tentu saya tahu dengan membeberkan semua ini, semua konsekuensinya akan menjadi tanggung jawab saya. Saya tahu saya tidak akan pernah tenang seumur hidup saya dan akan mengancam keamanan keluarga saya. Namun saya melihat sesuatu dan saya harus mengungkapnya,'' tegasnya.
Saat ini, penyelidikan soal kecurangan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia terus berlangsung. Namun FIFA sendiri enggan membeberkan sejauh mana proses penyelidikan tersebut berlangsung.
(bbk)