Moyes: Wasit La Liga Terlalu Mudah Hukum Pemain
Sabtu, 29 November 2014 - 17:08 WIB
Moyes: Wasit La Liga Terlalu Mudah Hukum Pemain
A
A
A
SAN SEBASTIAN - Meraup tiga poin pertama tak membuat pelatih anyar Real Sociedad David Moyes sepenuhnya gembira. Ada yang mengganjal hatinya terkait kepemimpinan wasit Carlos Velasco Carballo. Mantan pelatih Everton itu menilai kinerja korps baju hitam di Spanyol memiliki 'semangat yang berlebihan'.
Moyes gerah lantaran dua pemainnya mandapat kartu kuning saat Sociedad menang 3-0 atas Elche dalam lanjutan La Liga di Estadio Anoeta, Jumat (28/11). Sementara di kubu Elche tercatat empat pemain diganjar kartu kuning.
Laga tersebut dipimpin wasit Carlos Velasco Carballo, yang sempat mendapat sorotan saat memimpin laga Brasil kontra Kolombia di perempat final Piala Dunia 2014. Pada laga itu Carballo tidak mengambil tindakan saat terjangan bek timnas Kolombia Juan Camillo Zuniga membuat penyerang Brasil Neymar mengalami patah tulang belakang.
Seperti ada 'trauma' saat Carballo memimpin laga Sociedad kontra Elche. Efeknya, enam kartu kuning digelontorkan Carballo kendati pelanggaran yang dilakukan pemain dinilai tidak terlalu membahayakan. Dua kartu kuning di kubu Sociedad diterima Ion Ansotegi pada menit kelima dan Sergio Canales (14). Sedangkan kartu kuning Elche diterima Adrian (28), Garry Mendes Rodrigues (76), Victor Romero (76), dan Domigo Cisma (82).
"Saya pikir tingkat toleransinya terlalu rendah," kata Moyes. "Ini permainan laki-laki dan merupakan olahraga kontak fisik. Tak seorang pun ingin datang dan melihat tendangan bebas yang lembut. Orang ingin melihat pemain yang tangguh, mereka ingin melihat pemain tetap bertahan. Penonton tentu ingin melihat wasit membiarkan peluang terjadi," ujar Moyes.
"Tingkat toleransi wasit sangat rendah. Saat melawan Deportivo la Coruna (pekan sebelumnya) sangat bagus. Tapi, malam ini, dengan tiga kartu kuning dalam 27 menit, itu terlalu mudah untuk menghukum pemain."
Moyes gerah lantaran dua pemainnya mandapat kartu kuning saat Sociedad menang 3-0 atas Elche dalam lanjutan La Liga di Estadio Anoeta, Jumat (28/11). Sementara di kubu Elche tercatat empat pemain diganjar kartu kuning.
Laga tersebut dipimpin wasit Carlos Velasco Carballo, yang sempat mendapat sorotan saat memimpin laga Brasil kontra Kolombia di perempat final Piala Dunia 2014. Pada laga itu Carballo tidak mengambil tindakan saat terjangan bek timnas Kolombia Juan Camillo Zuniga membuat penyerang Brasil Neymar mengalami patah tulang belakang.
Seperti ada 'trauma' saat Carballo memimpin laga Sociedad kontra Elche. Efeknya, enam kartu kuning digelontorkan Carballo kendati pelanggaran yang dilakukan pemain dinilai tidak terlalu membahayakan. Dua kartu kuning di kubu Sociedad diterima Ion Ansotegi pada menit kelima dan Sergio Canales (14). Sedangkan kartu kuning Elche diterima Adrian (28), Garry Mendes Rodrigues (76), Victor Romero (76), dan Domigo Cisma (82).
"Saya pikir tingkat toleransinya terlalu rendah," kata Moyes. "Ini permainan laki-laki dan merupakan olahraga kontak fisik. Tak seorang pun ingin datang dan melihat tendangan bebas yang lembut. Orang ingin melihat pemain yang tangguh, mereka ingin melihat pemain tetap bertahan. Penonton tentu ingin melihat wasit membiarkan peluang terjadi," ujar Moyes.
"Tingkat toleransi wasit sangat rendah. Saat melawan Deportivo la Coruna (pekan sebelumnya) sangat bagus. Tapi, malam ini, dengan tiga kartu kuning dalam 27 menit, itu terlalu mudah untuk menghukum pemain."
(sha)