Kehilangan Aset Berharga

Minggu, 30 November 2014 - 11:24 WIB
Kehilangan Aset Berharga
Kehilangan Aset Berharga
A A A
KEDIRI - Ketidakpastian Persik Kediri dalam membangun tim membawa konsekuensi mahal. Salah satu aset berharga terpaksa memilih klub lain dibanding memperpanjang karir di Kediri. Dia adalah full back Saiful Indra Cahya.

Pemain yang sempat memperkuat tim nasional U-23 tersebut tidak sabar menunggu kabar dari manajemen soal statusnya musim depan. Jebolan Persema Malang ini pun langsung mengiyakan tawaran dari Persija Jakarta.

"Saya menunggu kabar perpanjangan kontrak dari manajemen Persik. Tapi ternyata tak kunjung datang. Kebetulan ada tawaran dari Persija Jakarta dan langsung saya terima," ungkap pemain kelahiran Malang, 22 tahun silam.

Persik Kediri layak menyesal kehilangan pemain sekaliber Saiful. Selama musim 2014, dia termasuk pemain paling konsisten dan menempati tim inti dalam 15 pertandingan. Bahkan dia pemain mudah terbaik di tim berjuluk Macan Putih.

Permainannya yang konsisten bahkan membuat pemain senior sekaligus kapten tim Khusnul Yuli harus memberikan tempatnya untuk Saiful. Khusnul yang semula bermain di kanan, digeser sebagai full back kiri karena di kanan relatif aman dengan keberadaan Saiful.

Kendati terkadang masih labil, itu sangat bisa dimaklumi mengingat usianya masih muda. Namun potensinya sangat kelihatan dan bisa terus berkembang. Dia tidak hanya bertahan, tapi rajin menyerang dan mencetak gol.

Kepergian pemain bertinggi badan 177 cm menjadi konsekuensi logis krisis finansial yang dialami Persik Kediri. Bahkan hingga saat ini tim ungu belum bergerak mencari pemain anyar untuk ISL 2015. Sudah begitu, aset lama sudah keburu lepas.

Itu juga tidak sesuai dengan konsep yang semula disiapkan Persik. Sebelumnya tim kesayangan Persikmania ingin meregenerasi tim yang selama ini didominasi para veteran dengan pemain-pemain yang lebih muda dan enerjik.

Melihat tim Macan Putih 2014 kemarin, hanya Saiful Indra Cahya dan kiper Tedi Heri yang usianya masih muda. Sedangkan pemain utama lainnya bahkan sudah melewati 30 tahun dan bahkan beberapa di antaranya bukan lagi di usia produktif pemain.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
2 jam yang lalu
Tuchel Kritik FIFA,...
Tuchel Kritik FIFA, Timnas Inggris Dipaksa Lawan Meksiko dalam Kondisi Tak Menguntungkan
4 jam yang lalu
VAR Untungkan Portugal...
VAR Untungkan Portugal di Piala Dunia 2026, Kenapa Gol Injury Time Kroasia Dianulir?
5 jam yang lalu
Swiss Lolos ke 16 Besar...
Swiss Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Aljazair
6 jam yang lalu
TMCR 2026 Satukan Tokoh...
TMCR 2026 Satukan Tokoh Nasional dan Komunitas Otomotif
6 jam yang lalu
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved