Jokowi Harus Turun Tangan Benahi PSSI
Kamis, 18 Desember 2014 - 18:39 WIB
Jokowi Harus Turun Tangan Benahi PSSI
A
A
A
DEPOK - Presiden Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi diminta turun tangan untuk membenahi persoalan yang dialami PSSI. Persoalan yang tengah mencuat saat ini adanya tekanan publik untuk membekukan otoritas tertinggi sepak bola di tanah air ini menyusul banyaknya ketidak beresan di tubuh organisasi tersebut.
Usai kekalahan menyakitkan dari Filipina di ajang Piala AFF 2014, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi pun langsung bersikap. Dengan kicauanya di akun twitter, ia merasakan ada yang tidak beres dengan lembaga yang dipimpin Djohar Arifin itu. Alhasil sikap menteri muda ini mendapatkan tanggapan dari pecinta sepak bola di tanah air dan dukungan terus mengalir untuk segera merombak PSSI dengan terlebih dahulu membekukannya.
Harapan Jokowi ikut turun tangan memberesi PSSI ini disampaikan pemerhati dan wartawan senior Budiarto Shambazy dalam sebuah diskusi di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (18/12/2014). "Saat ini baiknya kepemimpinan nasional, dalam hal ini Jokowi maunya apa, itu lebih gampang. Dulu waktu jaman SBY, sekali ngomong langsung selesai. Sekarang Jokowi belum ambil sikap, jadi seolah berlomba dengan waktu," ucap pria akrab disapa Mas Bas ini.
Kisruh sepak bola Indonesia kembali menguap ke permukaan usai ditemukan skandal sepak bola gajah yang terjadi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemudian, banyak gagasan dari masyarakat menyikapi dengan membuat berbagai petisi untuk mengganti kepengurusan PSSI saat ini.
Change.org/BekukanPSSI adalah sebuah petisi yang mengawali maraknya dukungan untuk mengganti rezim PSSI saat ini. Tak pelak, Menpora pun kini membuat Tim Sembilan yang nantinya disebut bakal mengusut tuntas permasalahan olah raga, khususnya saat ini sepak bola yang lebih di prioritaskan.
Lebih lanjut, Gatot S Dewa Broto selaku Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Menpora menyebut jika dia mendukung jika Jokowi ikut memberi suara terkait kisruh sepak bola saat ini. Menurut pria yang baru delapan bulan berkantor di Menpora ini, hal tersebut makin menguatkan dukungan menuju sepak bola yang lebih baik.
"Ya pasti lebih baik (kalau Jokowi turun langsung). Bukannya nunggu Jokowi atau gimana ya, toh sebelum dia, Kami (Menpora) juga udah gerak. Tim Sembilan kan inisiasi kita, bukan beliau," tambahnya.
Usai kekalahan menyakitkan dari Filipina di ajang Piala AFF 2014, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi pun langsung bersikap. Dengan kicauanya di akun twitter, ia merasakan ada yang tidak beres dengan lembaga yang dipimpin Djohar Arifin itu. Alhasil sikap menteri muda ini mendapatkan tanggapan dari pecinta sepak bola di tanah air dan dukungan terus mengalir untuk segera merombak PSSI dengan terlebih dahulu membekukannya.
Harapan Jokowi ikut turun tangan memberesi PSSI ini disampaikan pemerhati dan wartawan senior Budiarto Shambazy dalam sebuah diskusi di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (18/12/2014). "Saat ini baiknya kepemimpinan nasional, dalam hal ini Jokowi maunya apa, itu lebih gampang. Dulu waktu jaman SBY, sekali ngomong langsung selesai. Sekarang Jokowi belum ambil sikap, jadi seolah berlomba dengan waktu," ucap pria akrab disapa Mas Bas ini.
Kisruh sepak bola Indonesia kembali menguap ke permukaan usai ditemukan skandal sepak bola gajah yang terjadi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemudian, banyak gagasan dari masyarakat menyikapi dengan membuat berbagai petisi untuk mengganti kepengurusan PSSI saat ini.
Change.org/BekukanPSSI adalah sebuah petisi yang mengawali maraknya dukungan untuk mengganti rezim PSSI saat ini. Tak pelak, Menpora pun kini membuat Tim Sembilan yang nantinya disebut bakal mengusut tuntas permasalahan olah raga, khususnya saat ini sepak bola yang lebih di prioritaskan.
Lebih lanjut, Gatot S Dewa Broto selaku Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Menpora menyebut jika dia mendukung jika Jokowi ikut memberi suara terkait kisruh sepak bola saat ini. Menurut pria yang baru delapan bulan berkantor di Menpora ini, hal tersebut makin menguatkan dukungan menuju sepak bola yang lebih baik.
"Ya pasti lebih baik (kalau Jokowi turun langsung). Bukannya nunggu Jokowi atau gimana ya, toh sebelum dia, Kami (Menpora) juga udah gerak. Tim Sembilan kan inisiasi kita, bukan beliau," tambahnya.
(bbk)