Tikam PSSI, Rocky Putiray Terancam Dibui

Kamis, 18 Desember 2014 - 21:29 WIB
Tikam PSSI, Rocky Putiray...
Tikam PSSI, Rocky Putiray Terancam Dibui
A A A
JAKARTA - Nama Rochy Putiray kembali ramai di perbincangkan setelah mantan punggawa Arseto Solo angkat bicara terkait kondisi persepak bolaan Indonesia di sebuah program acara televisi swasta. Dalam acara tersebut, mantan pemain yang telah mengantongi 41 caps bersama Timnas Indonesia ini dengan berani membeberkan berbagai kasus yang menurutnya turut melibatkan mafia bola.

Ia bahkan dengan lantang menyatakan kalau kompetisi liga yang digulirkan di Indonesia telah sepenuhnya berada dibawah cengkraman tangan mafia. Sehingga, juara pada sebuah musim kompetisi sudah terlebih dahulu diketahui bahkan sebelum kompetisi tersebut dimulai.

Hal ini mungkin cukup mengagetkan bagi sebagian masyarakat pecinta sepak bola di Indonesia. Namun ternyata, tidak sedikit juga dari mereka yang justru kecewa dengan pernyataan yang dilontarkan Rocky tersebut.

Salah satu contohnya adalah Paguyuban Masyarakat Papua yang dikomandoi oleh Albert. Menurut mereka, pernyataan Rochy terasa menyakitkan karena secara tidak langsung pernyataan tersebut mengganggap empat gelar juara yang berhasil diraih Persipura didapat dari hasil ''main mata''.

''"Terus terang kami orang Papua pecinta Persipura sangat tersinggung dengan pernyataan Rocky. Berarti dia tidak menghargai perjuangan kami untuk bisa menjuarai Liga Indonesia," ujar Albert Ketua Paguyuban Masyarakat Papua.

"Pernyataan ini juga sama dengan fitnah yang keji terhadap juara kompetisi Indonesia Super League (ISL)," imbuhnya.

Sementara itu penasihat hukum paguyuban masyarakat Papua, Fahmi Bachmid SH mengatakan pernyataan Rocky Putiray dapat terkena hukuman maksimal 12 tahun penjara. "Ini bisa dikenakan pasal 310 KUHP jo pasal 27 ayat 3 jo pasal 36 jo pasal 45 jo pasal 51 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE," ujar Fahmi, di Jakarta, Kamis (18/12).

Dikatakan Fahmi ancaman terberat yang menghadang Rocky adalah penjara 12 tahun atau denda Rp 12 miliar. "Kami juga akan meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melarang acara "Mata Najwa" Metro TV karena acara itu sudah diseting dan dipakai untuk kepentingan tertentu," kata Fahmi.
(rus)
Berita Terkait
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Revolusi PSSI, GSR Kembali...
Revolusi PSSI, GSR Kembali Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
6 jam yang lalu
Link Nonton Timnas Indonesia...
Link Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja di ASEAN Hyundai Cup: Pembuktian John Herdman!
7 jam yang lalu
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
7 jam yang lalu
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
8 jam yang lalu
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
9 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved