Lanjutkan Tim Sembilan, Bantah Ingin Bekukan PSSI
Minggu, 21 Desember 2014 - 12:27 WIB
Lanjutkan Tim Sembilan, Bantah Ingin Bekukan PSSI
A
A
A
MALANG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan pembentukan Tim Sembilan oleh pemerintah bukan untuk membekukan PSSI. Tim tersebut dibentuk hanya untuk menaikkan prestasi atlet.
”Dibentuknya Tim Sembilan ini semata-mata hanya untuk memotivasi atlet agar mampu menaikkan prestasi mereka, bukan bertujuan membekukan PSSI. Sebab, sudah menjadi kebanggaan bangsa jika prestasi olahraganya bagus dan baik,” kata Nahrawi, dikutip antara, kemarin.
Bahkan, pihaknya juga mendengar dan menerima petisi dari suporter tentang pembekuan PSSI dan telah disampaikan kepada Tim Sembilan. Namun, Menpora enggan menanggapi berbagai komentar yang dilontarkan secara personal. Dia menegaskan bicara satu sistem, tidak ada urusan dengan mereka yang memberikan komentar miring.
”Kami bicara soal prestasi bukan yang lain dan prestasi itu harus lebih baik, anggap ini suatu emosi yang sama. Kita semua sama-sama ingin memajukan olahraga,” ujarnya. Turunnya peringkat timnas Indonesia juga menjadi kegalauan tersendiri bagi masyarakat, khususnya pencinta sepak bola.
Karena itu, ke depan pemerintah akan melakukan revitalisasi dan mendorong prestasi olahraga di Tanah Air bisa ditingkatkan dan lebih baik, bukan hanya cabang olahraga tertentu, melainkan seluruhnya. Sementara itu, Deputi Bidang V Harmonisasi dan Kemitraan Menpora Gatot S Dewa Broto tak menampik jika nantinya Menpora akan ”menggoda” FIFA untuk melakukan komunikasi.
Dengan catatan, dukungan masyarakat Indonesia yang meminta perubahan sepak bola sangat besar. ”Jika pada akhirnya ada dorongan dari masyarakat untuk membenahi sepak bola, kami akan bergerak untuk berkomunikasi dengan FIFA. Kami tidak takut, dan kenapa tidak!” kata Gatot ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (20/12).
Gatot menambahkan, jika pada akhirnya FIFA menyetujui untuk membekukan PSSI, Kemenpora sudah menyiapkan sejumlah formula terkait nasib para pemain serta pelatih. ”Kami sudah memikirkan masak-masak soal itu. Kami juga sudah menyiapkan alternatif jika PSSI benar-benar dibekukan,” tandasnya.
Hal ini seakan bertolak belakang dengan pernyataan Djamal Aziz. Dalam acara Polemik SINDO Trijaya FM, anggota Komite Eksekutif PSSI itu menyebut ada banyak orang yang menggantungkan nasibnya pada cabang olahraga ini. Dengan demikian, kalau ini benar-benar terjadi, dampaknya akan besar.
”Kalau PSSI dibekukan, bagaimana dengan suporter. Salah saja orang ingin PSSI dibanned, suporter Persipura sudah demo. Tapi jangan keliru, ada klub yang tidak masuk atau terdegradasi meminta bekukan PSSI. Berapa orang hidup dari sepak bola. Kalau ini terjadi, akan berdampak luas (multiefek), jutaan manusia yang dirugikan. Namun, saya yakin bahwa Menpora mempunyai sikap dan saya kenal betul dia. Mudahmudahan dia akan mendengar kami ketika bertemu nanti,” ujar Djamal.
Ma’ruf/Sindonews
”Dibentuknya Tim Sembilan ini semata-mata hanya untuk memotivasi atlet agar mampu menaikkan prestasi mereka, bukan bertujuan membekukan PSSI. Sebab, sudah menjadi kebanggaan bangsa jika prestasi olahraganya bagus dan baik,” kata Nahrawi, dikutip antara, kemarin.
Bahkan, pihaknya juga mendengar dan menerima petisi dari suporter tentang pembekuan PSSI dan telah disampaikan kepada Tim Sembilan. Namun, Menpora enggan menanggapi berbagai komentar yang dilontarkan secara personal. Dia menegaskan bicara satu sistem, tidak ada urusan dengan mereka yang memberikan komentar miring.
”Kami bicara soal prestasi bukan yang lain dan prestasi itu harus lebih baik, anggap ini suatu emosi yang sama. Kita semua sama-sama ingin memajukan olahraga,” ujarnya. Turunnya peringkat timnas Indonesia juga menjadi kegalauan tersendiri bagi masyarakat, khususnya pencinta sepak bola.
Karena itu, ke depan pemerintah akan melakukan revitalisasi dan mendorong prestasi olahraga di Tanah Air bisa ditingkatkan dan lebih baik, bukan hanya cabang olahraga tertentu, melainkan seluruhnya. Sementara itu, Deputi Bidang V Harmonisasi dan Kemitraan Menpora Gatot S Dewa Broto tak menampik jika nantinya Menpora akan ”menggoda” FIFA untuk melakukan komunikasi.
Dengan catatan, dukungan masyarakat Indonesia yang meminta perubahan sepak bola sangat besar. ”Jika pada akhirnya ada dorongan dari masyarakat untuk membenahi sepak bola, kami akan bergerak untuk berkomunikasi dengan FIFA. Kami tidak takut, dan kenapa tidak!” kata Gatot ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (20/12).
Gatot menambahkan, jika pada akhirnya FIFA menyetujui untuk membekukan PSSI, Kemenpora sudah menyiapkan sejumlah formula terkait nasib para pemain serta pelatih. ”Kami sudah memikirkan masak-masak soal itu. Kami juga sudah menyiapkan alternatif jika PSSI benar-benar dibekukan,” tandasnya.
Hal ini seakan bertolak belakang dengan pernyataan Djamal Aziz. Dalam acara Polemik SINDO Trijaya FM, anggota Komite Eksekutif PSSI itu menyebut ada banyak orang yang menggantungkan nasibnya pada cabang olahraga ini. Dengan demikian, kalau ini benar-benar terjadi, dampaknya akan besar.
”Kalau PSSI dibekukan, bagaimana dengan suporter. Salah saja orang ingin PSSI dibanned, suporter Persipura sudah demo. Tapi jangan keliru, ada klub yang tidak masuk atau terdegradasi meminta bekukan PSSI. Berapa orang hidup dari sepak bola. Kalau ini terjadi, akan berdampak luas (multiefek), jutaan manusia yang dirugikan. Namun, saya yakin bahwa Menpora mempunyai sikap dan saya kenal betul dia. Mudahmudahan dia akan mendengar kami ketika bertemu nanti,” ujar Djamal.
Ma’ruf/Sindonews
(bbg)