Belum Bayar Gaji, PBR Haram Tampil di ISL 2015
Selasa, 23 Desember 2014 - 14:37 WIB
Belum Bayar Gaji, PBR Haram Tampil di ISL 2015
A
A
A
BANDUNG - Permasalahan yang melanda tim Pelita Bandung Raya (PBR) rupanya sampai ke telinga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin. Secara tegas, Djohar mengultimatum tim yang berjuluk The Boys Are Back tersebut agar tidak boleh mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) di musim 2015 mendatang.
Pasalnya, manajemen PBR belum dapat melunasi pembayaran gaji pemainnya yang kabarnya tertunggak selama dua bulan. "Jadi klub yang mampu saja yang boleh ikut. Kalau enggak mampu, jangan paksakan diri karena nanti akan mengganggu jalannya kompetisi," tegas Djohar, Selasa (23/12/2014).
Padahal selama ini, PT Liga Indonesia selaku operator ISL sudah memberikan kemudahan kepada setiap klub agar tetap eksis bermain di kompetisi tertinggi tanah air tersebut. "Tapi kalau ada tunggakkan, klub yang harus bertanggung jawab," katanya.
Selama ini, PBR sendiri tengah menunggu subsidi dari PT Liga Indonesia selama mengarungi kompetisi ISL 2014 kemarin. Dana subsidi yang mencapai sekitar Rp 3 Miliar tersebut rencananya untuk melunasi gaji pemainnya.
Namun, hingga saat ini dana tersebut belum dapat dicairkan, sehingga manajemen PBR pun terpaksa belum dapat melunasi gaji para pemainnya. "Kalau soal subsidi, biar PT Liga yang mengurusnya," kata Djohar.
Dia cuma berharap para klub peserta ISL segera melunasi gaji pemainnya sebelum kompetisi ISL 2015 digulirkan. "Tentu saja sebelum kompetisi bergulir, klub harus selesaikan tunggakannya," tegasnnya.
Seperti diberitakan, seluruh penggawa PBR mengancam akan melakukan aksi mogok latihan. Jika manajemen PT Kreasi Performa Pasundan (KPP) selaku perusahaan yang menaungi PBR belum membereskan tunggakan gaji para pemain selama dua bulan terakhir ini. Tunggakan gaji tersebut, terhitung sejak kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 kemarin berakhir.
Dengan kondisi itu pula, manajemen PBR kerap mengundurkan jadwal program latihan. Dari yang semula dijadwalkan akan digelar 15 Desember, berubah menjadi 22 Desember, dan kini program latihan tersebut dijadwalkan akan digelar 27 Desember 2014 yang bertempat di Lapangan Pusdikajen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Muhammad Ginanjar)
Pasalnya, manajemen PBR belum dapat melunasi pembayaran gaji pemainnya yang kabarnya tertunggak selama dua bulan. "Jadi klub yang mampu saja yang boleh ikut. Kalau enggak mampu, jangan paksakan diri karena nanti akan mengganggu jalannya kompetisi," tegas Djohar, Selasa (23/12/2014).
Padahal selama ini, PT Liga Indonesia selaku operator ISL sudah memberikan kemudahan kepada setiap klub agar tetap eksis bermain di kompetisi tertinggi tanah air tersebut. "Tapi kalau ada tunggakkan, klub yang harus bertanggung jawab," katanya.
Selama ini, PBR sendiri tengah menunggu subsidi dari PT Liga Indonesia selama mengarungi kompetisi ISL 2014 kemarin. Dana subsidi yang mencapai sekitar Rp 3 Miliar tersebut rencananya untuk melunasi gaji pemainnya.
Namun, hingga saat ini dana tersebut belum dapat dicairkan, sehingga manajemen PBR pun terpaksa belum dapat melunasi gaji para pemainnya. "Kalau soal subsidi, biar PT Liga yang mengurusnya," kata Djohar.
Dia cuma berharap para klub peserta ISL segera melunasi gaji pemainnya sebelum kompetisi ISL 2015 digulirkan. "Tentu saja sebelum kompetisi bergulir, klub harus selesaikan tunggakannya," tegasnnya.
Seperti diberitakan, seluruh penggawa PBR mengancam akan melakukan aksi mogok latihan. Jika manajemen PT Kreasi Performa Pasundan (KPP) selaku perusahaan yang menaungi PBR belum membereskan tunggakan gaji para pemain selama dua bulan terakhir ini. Tunggakan gaji tersebut, terhitung sejak kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 kemarin berakhir.
Dengan kondisi itu pula, manajemen PBR kerap mengundurkan jadwal program latihan. Dari yang semula dijadwalkan akan digelar 15 Desember, berubah menjadi 22 Desember, dan kini program latihan tersebut dijadwalkan akan digelar 27 Desember 2014 yang bertempat di Lapangan Pusdikajen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Muhammad Ginanjar)
(bbk)