Bos Besar Udinese Tuduh Pelatih Roma Licik
Selasa, 06 Januari 2015 - 23:10 WIB
Bos Besar Udinese Tuduh Pelatih Roma Licik
A
A
A
TURIN - Patron Udinese Giampaolo Pozzo menuduh Pelatih AS Roma Rudi Garcia melancarkan tekanan kepada wasit yang menyebabkan timnya kalah 0-1 dalam lanjutan Seri A di Stadion Communale Friuli, Selasa (6/1/2015). Pozzo menyebut Garcia memengaruhi psikologis wasit sehingga mengesahkan gol 'hantu' Davide Astori.
"Roma selayaknya tidak membutuhkan bantuan dari ofisial. Sayangnya mereka melakukan tekanan terhadap wasit," kata Posso kepada Sky Sport Italia. "Selama sebulan lebih Roma selalu secara kontinyu menyoal wasit, dan mereka mulai memetik hasil itu."
Gol Astori pada menit ke-17 berbau kontorversi. Awalnya, asisten wasit tak menganggap bola sundulan mantan pemain AC Milan itu sudah melewati garis gawang. Namun, wasit Marco Guida menganggap itu sebagai gol dan mengesahkannya.
"Mereka menciptakan apa yang disebut sublimasi psikologis, bahwa beberapa wasit ada di depan klub-klub besar. Pelatih ini menambah masalah dengan spekulasi dan provokasi. Mereka akan lebih baik jika bertindak lebih profesional, karena kita perlu sepak bola untuk menjadi lebih tenang dan tanpa histeria seperti ini," imbuh Pozo
"Kita bicara tentang wasit yang baik, tapi kontroversi permanen dan keluhan tentang wasit pasti akan memengaruhi mereka, meskipun mereka memiliki keteguhan hati. Sebab itu, marilah semua orang menjadi lebih profesional. Garcia mungkin orang Prancis, tapi itu bukan alasan untuk menjadi licik."
"Roma selayaknya tidak membutuhkan bantuan dari ofisial. Sayangnya mereka melakukan tekanan terhadap wasit," kata Posso kepada Sky Sport Italia. "Selama sebulan lebih Roma selalu secara kontinyu menyoal wasit, dan mereka mulai memetik hasil itu."
Gol Astori pada menit ke-17 berbau kontorversi. Awalnya, asisten wasit tak menganggap bola sundulan mantan pemain AC Milan itu sudah melewati garis gawang. Namun, wasit Marco Guida menganggap itu sebagai gol dan mengesahkannya.
"Mereka menciptakan apa yang disebut sublimasi psikologis, bahwa beberapa wasit ada di depan klub-klub besar. Pelatih ini menambah masalah dengan spekulasi dan provokasi. Mereka akan lebih baik jika bertindak lebih profesional, karena kita perlu sepak bola untuk menjadi lebih tenang dan tanpa histeria seperti ini," imbuh Pozo
"Kita bicara tentang wasit yang baik, tapi kontroversi permanen dan keluhan tentang wasit pasti akan memengaruhi mereka, meskipun mereka memiliki keteguhan hati. Sebab itu, marilah semua orang menjadi lebih profesional. Garcia mungkin orang Prancis, tapi itu bukan alasan untuk menjadi licik."
(sha)