Tim Sembilan Cuma Hamburkan Uang Negara

Kamis, 08 Januari 2015 - 20:15 WIB
Tim Sembilan Cuma Hamburkan...
Tim Sembilan Cuma Hamburkan Uang Negara
A A A
JAKARTA - Kritikan pedas yang dialamatkan pada Tim Sembilan ternyata belum berhenti. Tim bentukan Menpora Imam Nahrawi yang bertujuan melakukan pembenahan sepak bola di Indonesia dengan melakukan evaluasi ke tubuh PSSI dinilai hanya menghamburkan uang negara.

Kali kritikan disampaikan Mantan manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa. Menurut lelaki berkacamata itu, lahirnya Tim Sembilan tidak akan banyak berbuat apa-apa. Ia menilai pemerintah malah terlalu ikut campur mencampuri urusan PSSI.

Menurutnya, biaya operasional tim bentukan Menpora Imam Nahrawi bisa dialokasikan langsung dalam rangka perbaikan mutu sepakbola Indonesia. "Pemerintah sebaiknya fokus pada pembangunan infrastruktur lapangan dan membantu pembinaan usia dini. Membantu meningkatkan kualitas pelatih dan membantu meningkatkan kualitas wasit" kata Lalu saat berbincang dengan Sindonews, Kamis (8/1/2015)

Lebih lanjut Lalu mengatakan bahwa pembinaan pemain muda yang menjadi fondasi perkembangan sepakbola di Indonesia masih jalan di tempat. Pemerintah dalam hal ini Kemenpora diminta berpikir dua kali jika ingin melanjutkan program kerja Tim Sembilan yang biaya operasionalnya dilaporkan mencapai ratusan juta. "Uang Rp 2 miliar (sekarang dikonfirmasi menjadi Rp 570 juta -red) yang dikeluarkan negara hanya untuk melakukan evaluasi. Itu sama saja menghambur-hamburkan uang negara" katanya.

Lalu pun mempertanyakan komposisi Tim Sembilan yang tidak mengakomodir unsur PSSI, sementara tim itu dibentuk dengan tujuan melakukan evaluasi kinerja induk olahraga sepakbola di Indonesia. "Tahu apa anggota Tim Sembilan itu ? Ada unsur penegak hukum pula, memangnya ada uang negara yang dipakai PSSI? Kan tidak," Lalu menambahkan.

Karena sudah terlanjur terbentuk dan diumumkan pada Jumat (2/1/2015), Lalu Mara menyarankan Tim Sembilan agar segera bekerja optimal di luar bidang pengawasan internal PSSI. "Tim Sembilan lebih baik keliling Indonesia saja, lihat infrastruktur lapangan. Kemudian tanya, di setiap daerah pelatih berkualitas berapa banyak, termasuk pelatih untuk usia dini. Terus tanya apakah kompetisi berjenjang secara regular jalan apa tidak, itu saja" tandasnya.
(bbk)
Berita Terkait
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Revolusi PSSI, GSR Kembali...
Revolusi PSSI, GSR Kembali Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Desak Made dan Veddriq...
Desak Made dan Veddriq Leonardo Kawinkan Emas Indonesia di World Climbing Chamonix 2026
1 jam yang lalu
Semifinal Piala Dunia...
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina, Siapa Menang?
2 jam yang lalu
ArgentinaBentrok Inggris...
ArgentinaBentrok Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Argentina Lolos ke Semifinal...
Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss 3-1 Lewat Extra Time
3 jam yang lalu
Swiss Balas Gol Argentina,...
Swiss Balas Gol Argentina, Laga Berlanjut ke Extra Time
3 jam yang lalu
Tak Oper ke Haaland...
Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas, Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved