Kemenpora Akan Buat Mou Dengan Polri dan PPATK
Selasa, 13 Januari 2015 - 21:54 WIB
Kemenpora Akan Buat Mou Dengan Polri dan PPATK
A
A
A
JAKARTA - Tim Sembilan yang dibentuk Kemenpora mulai bergerak. Juru bicara Tim Sembilan Kemenpora, Gatot S Dewo Broto, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Polri.
Hal tersebut bertujuan agar dunia sepakbola di Indonesia bersih dari mafia. Gatot mengatakan, dilakukannya MoU akan membuat kerja Tim Sembilan jadi lebih mudah.
"Hasil rapat Tim Sembilan dengan berbagai instansi dan organisasi, memutuskan bahwa perlu segera dilakukan Mou antara Kemenpora dengan PPATK, MoU Kemenpora dengan Polri, serta membuat one stop service di persepakbolaan kita," kata Gatot Dewo Broto, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
"Hal tersebut, seperti janji Menpora kepada para wartawan yang ingin secepatnya membenahi persepakbolaan di Tanah Air. Mengenai MoU Kemenpora dengan Polri, dimaksudkan untuk mengatur soal perizinan pertandingan," tuturnya.
Terkait sistem one stop service yang Gatot singgung, sistem itu dibuat agar nantinya tak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan terkait soal perizinan registrasi pemain, dan lain-lainnya.
"Kita tak ingin ada pihak yang diping-pong saat mengurus perizinan. Jangan sampai ada pihak yang harus ke PSSI dulu, tapi sebenarnya tak perlu. Masalah seperti itu tak boleh lagi terjadi di persepakbolaan kita," katanya.
Hal tersebut bertujuan agar dunia sepakbola di Indonesia bersih dari mafia. Gatot mengatakan, dilakukannya MoU akan membuat kerja Tim Sembilan jadi lebih mudah.
"Hasil rapat Tim Sembilan dengan berbagai instansi dan organisasi, memutuskan bahwa perlu segera dilakukan Mou antara Kemenpora dengan PPATK, MoU Kemenpora dengan Polri, serta membuat one stop service di persepakbolaan kita," kata Gatot Dewo Broto, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
"Hal tersebut, seperti janji Menpora kepada para wartawan yang ingin secepatnya membenahi persepakbolaan di Tanah Air. Mengenai MoU Kemenpora dengan Polri, dimaksudkan untuk mengatur soal perizinan pertandingan," tuturnya.
Terkait sistem one stop service yang Gatot singgung, sistem itu dibuat agar nantinya tak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan terkait soal perizinan registrasi pemain, dan lain-lainnya.
"Kita tak ingin ada pihak yang diping-pong saat mengurus perizinan. Jangan sampai ada pihak yang harus ke PSSI dulu, tapi sebenarnya tak perlu. Masalah seperti itu tak boleh lagi terjadi di persepakbolaan kita," katanya.
(sha)