Kickoff ISL Mundur 3 Pekan, Klub Ubah Program Latihan
Rabu, 14 Januari 2015 - 14:51 WIB
Kickoff ISL Mundur 3 Pekan, Klub Ubah Program Latihan
A
A
A
MALANG - Jadwal Indonesia Super League (ISL) 2015 yang diundur dari 1 Februari menjadi minggu ketiga Februari sangat menguntungkan klub kontestan. Alasannya, tim bisa mempersiapkan diri lebih maksimal dibanding jika kickoff tetap 1 Februari. Salah satu tim yang menyambut baik pengunduran jadwal adalah Arema Cronus. Alasannya, tim bisa lebih mematangkan diri sebelum kompetisi dimulai.
Apalagi Arema masih harus bertarung di final Inter Island Cup kontra Persib Bandung. Pelatih Arema Suharno mengatakan, 'No problem. Justru saya lebih punya waktu mematangkan tim. Tinggal mengubah program saja selama Februari nanti.''
"Kalau kemudian dipaksakan memulai ISL awal Februari, pemain tidak sempat istirahat. Jadi penundaan kickoff ISL memang memberikan dampak positif bagi Arema. Toh, penundaannya tidak terlalu lama, tidak sampai sebulan,"tambah Suharno.
Kemungkinan dirinya bakal mengisi Februari dengan beberapa pertandingan uji coba. Dirinya serta staf pelatih lain masih mengatur ulang program Singo Edan, terutama untuk mengisi waktu selama tiga pekan dalam Februari mendatang.
Sementara, tim lain yang juga merasa diuntungkan adalah Persela Lamongan. Satu-satunya tim yang belum memiliki pelatih definitif ini bisa kembali bernapas karena tidak harus terburu-buru dalam membangun tim, termasuk seleksi pemain.
"Kami menjadi lebih punya waktu untuk seleksi pemain. Manajemen juga tak harus terburu memilih pelatih. Sebenarnya bagi Persela juga tidak masalah ISL digelar awal Februari, kami siap kapan saja," terang Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto yang sementara mengendalikan tim.
Didik tak menampik mundurnya kickoff ISL bisa membuatnya lebih tenang dalam menentukan siapa saja pemain yang lolos seleksi. Apalagi hingga sekarang dirinya disuguhi banyak pilihan, baik pemain lokal maupun asing, yang tengah mengadu peruntungan di Lamongan.
Persela juga belum ada tanda-tanda mengumumkan pelatih yang bakal dipakai di Stadion Surajaya musim depan. Seakan-akan manajemen Persela sudah mendapat firasat sebelumnya kickoff ISL bakal diundur, sehingga tak memaksakan diri menunjuk pelatih secapatnya.
Apalagi Arema masih harus bertarung di final Inter Island Cup kontra Persib Bandung. Pelatih Arema Suharno mengatakan, 'No problem. Justru saya lebih punya waktu mematangkan tim. Tinggal mengubah program saja selama Februari nanti.''
"Kalau kemudian dipaksakan memulai ISL awal Februari, pemain tidak sempat istirahat. Jadi penundaan kickoff ISL memang memberikan dampak positif bagi Arema. Toh, penundaannya tidak terlalu lama, tidak sampai sebulan,"tambah Suharno.
Kemungkinan dirinya bakal mengisi Februari dengan beberapa pertandingan uji coba. Dirinya serta staf pelatih lain masih mengatur ulang program Singo Edan, terutama untuk mengisi waktu selama tiga pekan dalam Februari mendatang.
Sementara, tim lain yang juga merasa diuntungkan adalah Persela Lamongan. Satu-satunya tim yang belum memiliki pelatih definitif ini bisa kembali bernapas karena tidak harus terburu-buru dalam membangun tim, termasuk seleksi pemain.
"Kami menjadi lebih punya waktu untuk seleksi pemain. Manajemen juga tak harus terburu memilih pelatih. Sebenarnya bagi Persela juga tidak masalah ISL digelar awal Februari, kami siap kapan saja," terang Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto yang sementara mengendalikan tim.
Didik tak menampik mundurnya kickoff ISL bisa membuatnya lebih tenang dalam menentukan siapa saja pemain yang lolos seleksi. Apalagi hingga sekarang dirinya disuguhi banyak pilihan, baik pemain lokal maupun asing, yang tengah mengadu peruntungan di Lamongan.
Persela juga belum ada tanda-tanda mengumumkan pelatih yang bakal dipakai di Stadion Surajaya musim depan. Seakan-akan manajemen Persela sudah mendapat firasat sebelumnya kickoff ISL bakal diundur, sehingga tak memaksakan diri menunjuk pelatih secapatnya.
(aww)