Shaqiri Tak Bahagia Selama Dibawah Asuhan Guardiola
Kamis, 15 Januari 2015 - 23:05 WIB
Shaqiri Tak Bahagia Selama Dibawah Asuhan Guardiola
A
A
A
MILAN - Penggawa anyar Inter Milan, Xherdan Shaqiri mengakui kalau dirinya merasa tidak bahagia selama mengenakan seragam kebesaran Bayern Muenchen. Pasalnya, selama berada di tim besutan Pep Guardiola, dirinya lebih sering mengisi bangku cadangan ketimbang berada di lapangan.
Saat bergabung dengan BAyern Muenchen di tahun 2012, pemain berkebangsaan Swiss ini awalnya memang digadang-gadang sebagai pemain masa depan tim raksasa Jerman. Namun sejak kedatangan Pep guardiola setahun setelahnya, pemain berusia 23 tahun ini justru jarang diberi kesempatan untuk turun ke lapangan.
''Saya tidak sepenuhnya bahagia selama berada di Menchen,'' ungkap Shaqiri seperti dilansir Reuters. ''Saya perlu bermain lebih banyak karena itu satu-satunya cara menunjukan kemampuan saya,'' sambungnya.
''Saya haus akan kesuksesan dan saya siap melakukan apapun untuk bisa memenangkan trophy untuk klub ini (Inter Milan). Saya sangat percaya dengan pelatih dan skuat disini,'' sambungnya lagi.
Shaqiri pun mengakui, kalau sebenarnya ada beberapa klub asal Jerman dan Inggris yang juga berminat menggunakan jasanya. Namun pembicaraan dengan Mancini lewat telephon, akhirnya membuat ia yakin untuk bergabung dengan Inter Milan.
''Saya menerima tawaran dari klub Inggris dan Jerman, tapi saya selalu tahu apa yang saya inginkan. Saya berbicara dengan Mancini lewat telephon dan ia menjelaskan rencananya kepada saya dan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,'' bebernya.
Sejak resmi berseragam Inter Milan, Shaqiri memang belum sekalipun diturunkan ke lapangan hijau. Namun, dengan kemampuan dan kecepatan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin bagi Shaqiri untuk bisa mendapatkan tempat utama di skuat Biru Hitam.
Saat bergabung dengan BAyern Muenchen di tahun 2012, pemain berkebangsaan Swiss ini awalnya memang digadang-gadang sebagai pemain masa depan tim raksasa Jerman. Namun sejak kedatangan Pep guardiola setahun setelahnya, pemain berusia 23 tahun ini justru jarang diberi kesempatan untuk turun ke lapangan.
''Saya tidak sepenuhnya bahagia selama berada di Menchen,'' ungkap Shaqiri seperti dilansir Reuters. ''Saya perlu bermain lebih banyak karena itu satu-satunya cara menunjukan kemampuan saya,'' sambungnya.
''Saya haus akan kesuksesan dan saya siap melakukan apapun untuk bisa memenangkan trophy untuk klub ini (Inter Milan). Saya sangat percaya dengan pelatih dan skuat disini,'' sambungnya lagi.
Shaqiri pun mengakui, kalau sebenarnya ada beberapa klub asal Jerman dan Inggris yang juga berminat menggunakan jasanya. Namun pembicaraan dengan Mancini lewat telephon, akhirnya membuat ia yakin untuk bergabung dengan Inter Milan.
''Saya menerima tawaran dari klub Inggris dan Jerman, tapi saya selalu tahu apa yang saya inginkan. Saya berbicara dengan Mancini lewat telephon dan ia menjelaskan rencananya kepada saya dan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,'' bebernya.
Sejak resmi berseragam Inter Milan, Shaqiri memang belum sekalipun diturunkan ke lapangan hijau. Namun, dengan kemampuan dan kecepatan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin bagi Shaqiri untuk bisa mendapatkan tempat utama di skuat Biru Hitam.
(rus)