Arbeloa Belum Bisa Lupakan Mourinho
Selasa, 20 Januari 2015 - 19:40 WIB
Arbeloa Belum Bisa Lupakan Mourinho
A
A
A
MADRID - Real Madrid di era Jose Mourinho sepertinya terlalu berkesan buat bek asal Spanyol, Alvaro Arbeloa. Bahkan hingga musim ini, Arbeloa belum bisa melupakan Mourinho dan menganggap pelatih asal Portugal itu sebagai teman serta sudah seperti orang tua sendiri.
"Bersama pelatih, ia bisa membawa pemain melebihi batas kemampuannya. Terkadang ia sangat dekat seperti seorang teman, bahkan ibar orang tua bagi kami. Dia sekarang menikmati posisinya (di Chelsea) dan saya masih berkomunikasi dengannya, meski saya juga memiliki hubungan baik dengan semua mantan pelatih," ucap Arbeloa dilansir Football-Espana, Selasa (20/1/2015).
"Ia melindungi kami dan selalu berada di belakang pemain. Kami semua berterima kasih untuk apa yang telah ia lakukan. 'Mourinhismo' adalah sebuah cara hidup melakukan yang terbaik dan mempertahankan ide ada secara jujur dan terhormat," sambungnya.
Arbeloa juga membantah dirinya terlibat konflik dengan penjaga gawang, Iker Casillas karena menurutnya tidak terjadi apapun. "Selalu ada momen Anda mulai meragukan semuanya. Tapi kemudian Anda berhenti dan berpikir saat ini berada di klub terbesar dunia. Sangat sulit menjadi pemain Madrid, Anda terkadang seperti berada di neraka dan Anda juga bisa sangat bangga," tandasnya.
"Bersama pelatih, ia bisa membawa pemain melebihi batas kemampuannya. Terkadang ia sangat dekat seperti seorang teman, bahkan ibar orang tua bagi kami. Dia sekarang menikmati posisinya (di Chelsea) dan saya masih berkomunikasi dengannya, meski saya juga memiliki hubungan baik dengan semua mantan pelatih," ucap Arbeloa dilansir Football-Espana, Selasa (20/1/2015).
"Ia melindungi kami dan selalu berada di belakang pemain. Kami semua berterima kasih untuk apa yang telah ia lakukan. 'Mourinhismo' adalah sebuah cara hidup melakukan yang terbaik dan mempertahankan ide ada secara jujur dan terhormat," sambungnya.
Arbeloa juga membantah dirinya terlibat konflik dengan penjaga gawang, Iker Casillas karena menurutnya tidak terjadi apapun. "Selalu ada momen Anda mulai meragukan semuanya. Tapi kemudian Anda berhenti dan berpikir saat ini berada di klub terbesar dunia. Sangat sulit menjadi pemain Madrid, Anda terkadang seperti berada di neraka dan Anda juga bisa sangat bangga," tandasnya.
(akr)