Latih Madrid Terlalu Mudah Buat Ancelotti
Selasa, 20 Januari 2015 - 20:04 WIB
Latih Madrid Terlalu Mudah Buat Ancelotti
A
A
A
MADRID - Pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti mengatakan melatih tim seperti Real Madrid sangat mudah dan untuk itu ia menegaskan masih lapar untuk mempersembahkan lebih banyak trofi kepada El Real -julukan Madrid-. Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyebutkan ambisinya adalah tetap bertahan di Santiago Bernabeu selama mungkin.
"Saya selalu merasa lapar gelar, seperti yang pemain saya lakukan. Melatih Real Madrid adalah hal paling mudah di dunia. Semuanya sudah diperhitungkan, itulah yang membuat kami sebagus ini sekarang," ucap Ancelotti dilansir Football-Espana, Selasa (20/1/2015).
Sejak didatangkan dari Paris Saint-German (PSG), Ancelotti memang sepertinya langsung nyetel dengan skuat Los Blancos -julukan Madrid-. Buktinya pada musim perdana, pelatih asal Italia itu telah mempersembahkan gelar La Decima Liga Champions buat klub asal Ibukota Spanyol itu.
Kini Madrid berada dijalur yang benar, usai kokoh dipuncak klasemen sementara Liga Primer. "Saya sangat beruntung dalam karir saya, baik sebagai pemain dan juga pelatih. Saya bermain bersama Sacchi di Milan dan saya kemudian menjadi pelatih juga di sana. Trofi Liga Champions saya, diraih bersama Milan. Saya menghormati semua kompetisi yang pernah ada saya didalamnya," tutupnya.
"Saya selalu merasa lapar gelar, seperti yang pemain saya lakukan. Melatih Real Madrid adalah hal paling mudah di dunia. Semuanya sudah diperhitungkan, itulah yang membuat kami sebagus ini sekarang," ucap Ancelotti dilansir Football-Espana, Selasa (20/1/2015).
Sejak didatangkan dari Paris Saint-German (PSG), Ancelotti memang sepertinya langsung nyetel dengan skuat Los Blancos -julukan Madrid-. Buktinya pada musim perdana, pelatih asal Italia itu telah mempersembahkan gelar La Decima Liga Champions buat klub asal Ibukota Spanyol itu.
Kini Madrid berada dijalur yang benar, usai kokoh dipuncak klasemen sementara Liga Primer. "Saya sangat beruntung dalam karir saya, baik sebagai pemain dan juga pelatih. Saya bermain bersama Sacchi di Milan dan saya kemudian menjadi pelatih juga di sana. Trofi Liga Champions saya, diraih bersama Milan. Saya menghormati semua kompetisi yang pernah ada saya didalamnya," tutupnya.
(akr)