Ini Alasan Tim Sembilan Batal Temui PSSI
Kamis, 22 Januari 2015 - 19:02 WIB
Ini Alasan Tim Sembilan Batal Temui PSSI
A
A
A
JAKARTA - Semangat luhur untuk mengurai benang kusut sepak bola Indonesia ternyata belum tercapai juga. PSSI yang sudah datang ke Kemenpora batal berdialog dengan Tim Sembilan karena merasa kecewa setelah menunggu lama di lobi kantor Imam Nahrawi itu.
Dan ini alasan Tim Sembilan yang disampaikan salah satu anggotanya, Gatot Dewa Broto. Menurut Gatot, pembatalan agenda penting ini terjadi karena ruangan yang akan dipakai berdialog masih dipakai oleh Tim Sembilan untuk mendengarkan informasi dari beberapa pihak yang dianggap penting.
PSSI yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Djohan Arifin langsung ngacir meninggalkan Kemenpora setelah menunggu selama 40 menit di lobi. "Ya, Pak Dojar komplain (dibuat menunggu), makanya saya minta maaf" kata Gatot, Kamis (22/1/2015).
Gatot mengungkapkan, pihaknya tidak bisa langsung menemui delegasi PSSI karena di lantai 10 gedung Kemenpora, sedang berlangsung pertemuan dengan tiga nara sumber yang sedang digali informasinya. "Kami menghargai tiga tamu kami yang sedang memberikan paparan. Ada Kepala Legal Division APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia), saudara Lilik dari Slemania dan Alfero Septiawan, Mahasiswa hukum UI, yang tesis-nya soal pengaturan skor," Gatot berdalih.
Gatot menjelaskan, Tim Sembilan tidak mau PSSI mendengar informasi yang tengah mereka gali dari pihak-pihak tersebut di lantai 10. "Di lantai 10 tidak ada sekat atau ruang kedap suara" katanya.
Namun dia memastikan akan menjadwal ulang pertemuan pihaknya dengan PSSI. Untuk menunjukan itikad baiknya, Gatot sengaja menelpon Djohar di Media Center Kemenpora. "Halo Pak Djohar, sekiranya minggu depan kami undang lagi kapan pertemuannya ?. Iya.. Oke, oh.. bukan tanggal 27, matur nuwun, pokoknya kita matching harinya, supaya kami block hari itu, khusus untuk PSSI," ucap Gatot saat bicara dengan Djohar di ujung telpon.
Sebelumnya diberitakan Sindonews, Djohar ditemani Sekretaris Jenderal Joko Driyono, serta empat anggota Komite Eksekutif PSSI, yakni Robertho Rouw, Djamal Azis, La Siya, dan Tony Aprilani datang memenuhi undangan Tim Sembilan. Setelah menunggu di lobi, delegasi otoritas sepak bola itu memutuskan untuk pergi.
Dan ini alasan Tim Sembilan yang disampaikan salah satu anggotanya, Gatot Dewa Broto. Menurut Gatot, pembatalan agenda penting ini terjadi karena ruangan yang akan dipakai berdialog masih dipakai oleh Tim Sembilan untuk mendengarkan informasi dari beberapa pihak yang dianggap penting.
PSSI yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Djohan Arifin langsung ngacir meninggalkan Kemenpora setelah menunggu selama 40 menit di lobi. "Ya, Pak Dojar komplain (dibuat menunggu), makanya saya minta maaf" kata Gatot, Kamis (22/1/2015).
Gatot mengungkapkan, pihaknya tidak bisa langsung menemui delegasi PSSI karena di lantai 10 gedung Kemenpora, sedang berlangsung pertemuan dengan tiga nara sumber yang sedang digali informasinya. "Kami menghargai tiga tamu kami yang sedang memberikan paparan. Ada Kepala Legal Division APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia), saudara Lilik dari Slemania dan Alfero Septiawan, Mahasiswa hukum UI, yang tesis-nya soal pengaturan skor," Gatot berdalih.
Gatot menjelaskan, Tim Sembilan tidak mau PSSI mendengar informasi yang tengah mereka gali dari pihak-pihak tersebut di lantai 10. "Di lantai 10 tidak ada sekat atau ruang kedap suara" katanya.
Namun dia memastikan akan menjadwal ulang pertemuan pihaknya dengan PSSI. Untuk menunjukan itikad baiknya, Gatot sengaja menelpon Djohar di Media Center Kemenpora. "Halo Pak Djohar, sekiranya minggu depan kami undang lagi kapan pertemuannya ?. Iya.. Oke, oh.. bukan tanggal 27, matur nuwun, pokoknya kita matching harinya, supaya kami block hari itu, khusus untuk PSSI," ucap Gatot saat bicara dengan Djohar di ujung telpon.
Sebelumnya diberitakan Sindonews, Djohar ditemani Sekretaris Jenderal Joko Driyono, serta empat anggota Komite Eksekutif PSSI, yakni Robertho Rouw, Djamal Azis, La Siya, dan Tony Aprilani datang memenuhi undangan Tim Sembilan. Setelah menunggu di lobi, delegasi otoritas sepak bola itu memutuskan untuk pergi.
(bbk)