Karena Masalah Ini PBR Batal ke Hong Kong
Selasa, 03 Februari 2015 - 18:55 WIB
Karena Masalah Ini PBR Batal ke Hong Kong
A
A
A
BANDUNG - Krisis finansial benar-benar merusak agenda latihan Pelita Bandung Raya (PBR). Gara-gara kesulitan keuangan akut memaksa pelatih Dejan Antonic untuk membatalkan pemusatan latihan atau training center (TC) ke Hong Kong. Sebagai gantinya, Dejan merencanakan TC di Yogyakarta.
"Situasi kita sebenarnya cukup berat. Mudah-mudahan minggu ini kita punya uang untuk TC,"ujar Dejan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (3/2).
Meski begitu, pelatih berkebangsaan Serbia ini mengaku sedikit lega. Pasalnya, para pemainnya tetap semangat menjalani proses sesi latihan meski tengah dilanda krisis finansial. "Jujur, krisis finansial ini memberatkan kita. Tapi saya kagum sama pemain. Motivasi mereka latihan masih semangat. Kalau kendala ini dialami tim lain, saya juga tidak tahu,"katanya.
Lebih lanjut, Dejan sendiri berkeinginan agar TC tersebut dapat terlaksana. Hal itu kata dia perannya sangat penting, salah satunya sebagai persiapan jelang menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. "Kalau tidak ada TC, pasti masalah buat kita. Karena dengan TC tim kita akan jauh lebih baik dibandingkan latihan biasa," tuturnya.
Namun lagi-lagi, Dejan memastikan akan tetap menyerahkan segala keputusan kepada manajemen. Yang pasti kata dia, krisis finansial yang dihadapi PBR sangat mengganggu persiapan timnya. "Pasti ini sangat mengganggu persiapan. Saya tidak bisa bohong kalau (masalah finansial) tidak ganggu persiapan kita. Sangat disayangkan karena PBR banyak pemain muda,"ungkapnya.
Beruntung kata dia, di kompetisi 2015 mendatang, pihaknya hanya ditargetkan membawa PBR berada di peringkat aman. "Situasi ini cukup berat buat kita. Masalah didapat sebelum kompetisi dimulai. Padahal hidup kita dari gaji dan bonus. Kalau tidak, situasi ini sangat berat sekali,"pungkasnya
"Situasi kita sebenarnya cukup berat. Mudah-mudahan minggu ini kita punya uang untuk TC,"ujar Dejan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (3/2).
Meski begitu, pelatih berkebangsaan Serbia ini mengaku sedikit lega. Pasalnya, para pemainnya tetap semangat menjalani proses sesi latihan meski tengah dilanda krisis finansial. "Jujur, krisis finansial ini memberatkan kita. Tapi saya kagum sama pemain. Motivasi mereka latihan masih semangat. Kalau kendala ini dialami tim lain, saya juga tidak tahu,"katanya.
Lebih lanjut, Dejan sendiri berkeinginan agar TC tersebut dapat terlaksana. Hal itu kata dia perannya sangat penting, salah satunya sebagai persiapan jelang menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. "Kalau tidak ada TC, pasti masalah buat kita. Karena dengan TC tim kita akan jauh lebih baik dibandingkan latihan biasa," tuturnya.
Namun lagi-lagi, Dejan memastikan akan tetap menyerahkan segala keputusan kepada manajemen. Yang pasti kata dia, krisis finansial yang dihadapi PBR sangat mengganggu persiapan timnya. "Pasti ini sangat mengganggu persiapan. Saya tidak bisa bohong kalau (masalah finansial) tidak ganggu persiapan kita. Sangat disayangkan karena PBR banyak pemain muda,"ungkapnya.
Beruntung kata dia, di kompetisi 2015 mendatang, pihaknya hanya ditargetkan membawa PBR berada di peringkat aman. "Situasi ini cukup berat buat kita. Masalah didapat sebelum kompetisi dimulai. Padahal hidup kita dari gaji dan bonus. Kalau tidak, situasi ini sangat berat sekali,"pungkasnya
(aww)