Tangan Ducan Benamkan Kepala Jacque Vaughn
Kamis, 05 Februari 2015 - 16:42 WIB
Tangan Ducan Benamkan Kepala Jacque Vaughn
A
A
A
SAN ANTONIO - Hampir selama perjalanan keluar lapangan usai laga kontra San Antonio Spurs, kepala Jacque Vaughn, pelatih Orlando Magic, hanya tertunduk. Kekalahan 110-103 di AT&T Center merupakan yang kesepuluh secara beruntun musim ini.
Vaughn tahu betul kekalahan pada laga tersebut akan semakin mengancam posisinya sebagai pelatih di Magic. Pasalnya, berbagai surat kabar di Amerika telah membahas spekulasi masa depan kepelatihannya bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Bertandang ke markas juara bertahan, Magic bermain sangat hati-hati sejak kuarter pertama dibuka. Mereka terlihat memasang upaya yang kuat untuk terhindar dari kekalahan beruntun yang panjang musim ini.
Kendati begitu Spurs yang memainkan Tim Ducan sebagai starter enggan kehilangan momentum. Ducan, si pemain terbaik dalam pertandingan, mencetak 26 poin dan 10 rebound saat mengunci kemenangan timnya melalui laga ketat, 24-25, 27-19, 27-30 dan 32-29. Sementara pemain terbaik Magic, Nikola Vucevic hanya mencetak 25 poin.
Selepas pertandingan, Vaughn menyesali mental pemainnya yang ambruk setelah menderita kekalahan bertubi-tubi. “Kami tidak memiliki pemain yang berusaha memenangkan pertandingan hingga kuarter terakhir, tapi mereka (Spurs) punya pemain model itu,” sesal Vaughn dikutip ESPN, Kamis (5/2/2015)
Sekadar informasi, pelatih Magic disebut-sebut akan segera didepak dari kusi kepelatihannya setelah menuai hasil buruk dalam bebrapa pertandingan terakhir. Vaughn dikontrak Magic pada musim panas 2012, setelah dia menghabiskan dua musim sebagai asisten pelatih di San Antonio Spurs. Dia tampil selama 12 musim sebagai pemain NBA (1997-2009) dan pernah berseragam Magic.
Vaughn tahu betul kekalahan pada laga tersebut akan semakin mengancam posisinya sebagai pelatih di Magic. Pasalnya, berbagai surat kabar di Amerika telah membahas spekulasi masa depan kepelatihannya bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Bertandang ke markas juara bertahan, Magic bermain sangat hati-hati sejak kuarter pertama dibuka. Mereka terlihat memasang upaya yang kuat untuk terhindar dari kekalahan beruntun yang panjang musim ini.
Kendati begitu Spurs yang memainkan Tim Ducan sebagai starter enggan kehilangan momentum. Ducan, si pemain terbaik dalam pertandingan, mencetak 26 poin dan 10 rebound saat mengunci kemenangan timnya melalui laga ketat, 24-25, 27-19, 27-30 dan 32-29. Sementara pemain terbaik Magic, Nikola Vucevic hanya mencetak 25 poin.
Selepas pertandingan, Vaughn menyesali mental pemainnya yang ambruk setelah menderita kekalahan bertubi-tubi. “Kami tidak memiliki pemain yang berusaha memenangkan pertandingan hingga kuarter terakhir, tapi mereka (Spurs) punya pemain model itu,” sesal Vaughn dikutip ESPN, Kamis (5/2/2015)
Sekadar informasi, pelatih Magic disebut-sebut akan segera didepak dari kusi kepelatihannya setelah menuai hasil buruk dalam bebrapa pertandingan terakhir. Vaughn dikontrak Magic pada musim panas 2012, setelah dia menghabiskan dua musim sebagai asisten pelatih di San Antonio Spurs. Dia tampil selama 12 musim sebagai pemain NBA (1997-2009) dan pernah berseragam Magic.
(bbk)