Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015
Selasa, 17 Februari 2015 - 13:54 WIB
Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015
A
A
A
SURABAYA - Memiliki pemain-pemain baru di awal musim selalu mendatangkan harapan bagi sebuah tim. Hasil transfer di pramusim menjadi perbincangan paling lezat di kalangan suporter, baik transfer yang dianggap potensial atau biasa saja.
Namun dari berbagai transfer yang dilakukan, salah satu yang ditunggu adalah potensi dari pemain muda. Melihat performa menjanjikan dari seorang pemain belia seakan memberikan pesona tersendiri di lapangan. Apalagi jika sudah memberikan warna baru bagi permainan tim.
Sebut sana nama Ahmad Nuviandani di Arema Cronus. Ketika Arema sibuk mencari pemain impor pengganti Alberto Goncalvez, pemain didikan akademi Arema ini mencuat dengan performa apiknya. Bahkan ketika kompetisi belum dimulai, Aremania sudah mengidolainya.
Keberadaan pemain muda seperti itu jelas sangat menyegarkan, di tengah ambisi tim dalam mengejar prestasi dan butuh pemain berpengalaman. Walau jumlahnya tidak terlalu signifikan, tim-tim Indonesia Super League (ISL) dari Jawa Timur memiliki pemain belia yang potensial.
Memang masih ditunggu bagaimama nanti kans mereka merangsek ke tim utama di kompetisi sebenarnya. Tapi melihat sepak terjang selama pra musim, ada sejumlah pemain muda yang memiliki potensi besar dan siap merajalela. Tentunya dengan kesempatan memadai.
Ahmad Nuviandani (Arema Cronus)
![Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015]()
Pemain berusia 21 tahun yang sempat memperkuat PSIS Semarang musim lalu ini menjadi pemain muda paling menjanjikan. Walau belum pernah bermain di ISL, performanya selama pra musim menunjukkan dia siap mendapat kepercayaan lebih besar. Terlebih dengan statusnya kini sebagai pemain tim nasional U-23. Kecepatan, dribble memadai, serta naluri mencetak gol, adalah modal awal untuk menarik minat pelatih Suharno. Bahkan potensi Ahmad Nuviandani diprediksi lebih bagus ketimbang dua seniornya yang juga asli didikan Arema yakni Sunarto dan Dendi Santoso. Dua hal yang dibutuhkan Dani musim ini, kesempatan bermain di kompetisi resmi dan tidak lupa diri karena terlampau banyak dipuji. Jika dua hal itu bisa dilalui dengan baik, maka lahirlah legenda baru Arema.
Evan Dimas (Persebaya Surabaya)
![Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015]()
Siapa yang tak kenal pemain yang satu ini. Jebolan tim nasional U-19 yang kini membela tim kampung halamannya, Persebaya Surabaya. Kemampuannya sudah tidak perlu banyak diulas, karena publik bola Indonesia sudah sangat paham. Ada dua unsur yang mendukung perjalanan Evan Dimas untuk menjadi kekuatan vital Persebaya pada musim pertamanya di kompetisi profesional tahun ini. Pertama tentu saja kualitas individu yang ditawarkannya. Kedua adalah sosok Ibnu Grahan sebagai pelatih di Bajul Ijo. Ibnu yang sangat memahami karakter Evan, bisa memberikan jaminan posisi utama di tim dan itu yang dibutuhkan eks kapten tim nasional U-19. Dengan pengalaman dan mental yang mapan, Evan Dimas bukan lagi seorang junior.
Aji Saka dan M Ridwan (Persegres GU)
![Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015]()
Persegres musim ini akan memakai dua kiper yang sama-sama belia, yakni Aji Saka dan M Ridwan. Keduanya memiliki usia yang sama, yakni 23 tahun. Di sepak bola sebenarnya usia tersebut sudah tidak bisa disebut belia, tapi bagi pemain di posisi kiper, usia tersebut jauh dari level senior. Aji Saka yang musim lalu mendapat kepercayaan besar di bawah asuhan Alfredo Vera, musim ini harus bekerja lebih keras lagi. Muhammad Ridwan yang menjadi pesaingnya mulai menunjukkan talentanya di pra musim dan beberapa kali mendapatkan kepercayaan pelatih Liestiadi. Dengan kemampuan setara serta sama-sama berpengalaman di tim nasional, dua kiper ini memiliki peluang yang sama untuk menjadi kiper terbaik di Stadion Petrokimia.
Yogi Novrian (Persela Lamongan)
![Ini Pemain Belia yang Bakal Merajalela di ISL 2015]()
Pemain muda eks Sriwijaya U-21 ini mungkin masih belum selevel gelandang lama Persela macam Zaenal Arifi atau Arif Ariyanto. Namun jika parameternya adalah pra musim lalu, Yogi tetap memiliki modal untuk bisa dipercaya pelatih di ISL mendatang. Kendati masih berusia 21 tahun, gaya bermainnya sudah seperti pemain senior. Sempat dijajal sebagai winger dan permainannya cukup lumayan untuk pemain seusianya. Berada di tim seperti Persela yang tak memiliki banyak pemain bintang, bisa saja menjadi keuntungan Yogi untuk mengembangkan kemampuannya sekaligus merebut posisi reguler di tim utama Persela Lamongan.
Namun dari berbagai transfer yang dilakukan, salah satu yang ditunggu adalah potensi dari pemain muda. Melihat performa menjanjikan dari seorang pemain belia seakan memberikan pesona tersendiri di lapangan. Apalagi jika sudah memberikan warna baru bagi permainan tim.
Sebut sana nama Ahmad Nuviandani di Arema Cronus. Ketika Arema sibuk mencari pemain impor pengganti Alberto Goncalvez, pemain didikan akademi Arema ini mencuat dengan performa apiknya. Bahkan ketika kompetisi belum dimulai, Aremania sudah mengidolainya.
Keberadaan pemain muda seperti itu jelas sangat menyegarkan, di tengah ambisi tim dalam mengejar prestasi dan butuh pemain berpengalaman. Walau jumlahnya tidak terlalu signifikan, tim-tim Indonesia Super League (ISL) dari Jawa Timur memiliki pemain belia yang potensial.
Memang masih ditunggu bagaimama nanti kans mereka merangsek ke tim utama di kompetisi sebenarnya. Tapi melihat sepak terjang selama pra musim, ada sejumlah pemain muda yang memiliki potensi besar dan siap merajalela. Tentunya dengan kesempatan memadai.
Ahmad Nuviandani (Arema Cronus)

Pemain berusia 21 tahun yang sempat memperkuat PSIS Semarang musim lalu ini menjadi pemain muda paling menjanjikan. Walau belum pernah bermain di ISL, performanya selama pra musim menunjukkan dia siap mendapat kepercayaan lebih besar. Terlebih dengan statusnya kini sebagai pemain tim nasional U-23. Kecepatan, dribble memadai, serta naluri mencetak gol, adalah modal awal untuk menarik minat pelatih Suharno. Bahkan potensi Ahmad Nuviandani diprediksi lebih bagus ketimbang dua seniornya yang juga asli didikan Arema yakni Sunarto dan Dendi Santoso. Dua hal yang dibutuhkan Dani musim ini, kesempatan bermain di kompetisi resmi dan tidak lupa diri karena terlampau banyak dipuji. Jika dua hal itu bisa dilalui dengan baik, maka lahirlah legenda baru Arema.
Evan Dimas (Persebaya Surabaya)

Siapa yang tak kenal pemain yang satu ini. Jebolan tim nasional U-19 yang kini membela tim kampung halamannya, Persebaya Surabaya. Kemampuannya sudah tidak perlu banyak diulas, karena publik bola Indonesia sudah sangat paham. Ada dua unsur yang mendukung perjalanan Evan Dimas untuk menjadi kekuatan vital Persebaya pada musim pertamanya di kompetisi profesional tahun ini. Pertama tentu saja kualitas individu yang ditawarkannya. Kedua adalah sosok Ibnu Grahan sebagai pelatih di Bajul Ijo. Ibnu yang sangat memahami karakter Evan, bisa memberikan jaminan posisi utama di tim dan itu yang dibutuhkan eks kapten tim nasional U-19. Dengan pengalaman dan mental yang mapan, Evan Dimas bukan lagi seorang junior.
Aji Saka dan M Ridwan (Persegres GU)

Persegres musim ini akan memakai dua kiper yang sama-sama belia, yakni Aji Saka dan M Ridwan. Keduanya memiliki usia yang sama, yakni 23 tahun. Di sepak bola sebenarnya usia tersebut sudah tidak bisa disebut belia, tapi bagi pemain di posisi kiper, usia tersebut jauh dari level senior. Aji Saka yang musim lalu mendapat kepercayaan besar di bawah asuhan Alfredo Vera, musim ini harus bekerja lebih keras lagi. Muhammad Ridwan yang menjadi pesaingnya mulai menunjukkan talentanya di pra musim dan beberapa kali mendapatkan kepercayaan pelatih Liestiadi. Dengan kemampuan setara serta sama-sama berpengalaman di tim nasional, dua kiper ini memiliki peluang yang sama untuk menjadi kiper terbaik di Stadion Petrokimia.
Yogi Novrian (Persela Lamongan)

Pemain muda eks Sriwijaya U-21 ini mungkin masih belum selevel gelandang lama Persela macam Zaenal Arifi atau Arif Ariyanto. Namun jika parameternya adalah pra musim lalu, Yogi tetap memiliki modal untuk bisa dipercaya pelatih di ISL mendatang. Kendati masih berusia 21 tahun, gaya bermainnya sudah seperti pemain senior. Sempat dijajal sebagai winger dan permainannya cukup lumayan untuk pemain seusianya. Berada di tim seperti Persela yang tak memiliki banyak pemain bintang, bisa saja menjadi keuntungan Yogi untuk mengembangkan kemampuannya sekaligus merebut posisi reguler di tim utama Persela Lamongan.
(bbk)