Semakin Lama ISL Molor, Sponsor Klub Kabur

Selasa, 17 Februari 2015 - 14:41 WIB
Semakin Lama ISL Molor,...
Semakin Lama ISL Molor, Sponsor Klub Kabur
A A A
JAKARTA - PT. Liga Indonesia (PT Liga) menilai banyak yang akan dirugikan jika kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 diundur. Tidak hanya PT. Liga yang menilai kerugian besar akan dialami, tapi juga dari pihak klub. Menurut mereka, sponsor bisa kabur jika jadwal kompetisi tanpa kejelasan.

Sejak klub tidak boleh lagi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD), setiap klub memang berlomba-lomba untuk mencari sponsor demi menghidupi klub mereka masing-masing. Sponsor yang masuk pun menjadi nyawa utama bagi klub jika ingin terus berkompetisi. Karena pemasukan dari sponsor saja yang dinilai klub bisa menjalankan roda penghidupan di klub itu sendiri.

Yang jadi masalah, jika PSSI dan Liga Indonesia (Liga) mengikuti rekomendasi Tim 9 kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jika kick off ISL 2015 diundur, klub khawatir sponsor akan membatalkan kerja sama yang sudah dirancang dengan baik. Oleh karena itu, fakta sponsor dinilai jadi persoalan utama jika penjadwalan kompetisi tidak bisa berjalan sesuai rencana.

"Jika kompetisi tidak jadi berjalan, banyak kerugian yang akan dialami oleh klub. Terutama soal sponsor yang akan menjadi ragu jika melihat tidak ada kejelasan dari kompetisi itu sendiri. Pokoknya yang paling utama itu adalah masalah sponsor. Kalau sponsor tidak jadi masuk, tentu klub akan mati dengan sendirinya karena tidak ada uang,"ungkap Komisaris Utama Liga Harbiansyah.

Harbiansyah yang juga menjabat sebagai CEO Bali United Pusam FC (BUP FC) tersebut juga menganalogikan mengurus sepak bola di Indonesia dengan konsep "padat karya, padat modal". Yaitu dengan artian jika ingin memiliki tim yang berprestasi, klub harus menggelontorkan modal besar. Terutama dalam mengisi komposisi tim dengan pemain-pemain terbaik.

"Jika yang akan datang untuk memberi modal (sponsor) sudah ragu untuk mendatangi klub-klub, lalu kami bisa berbuat apa. Apa mungkin, klub bisa jalan jika sponsor tidak jadi datang? Harusnya itu yang dipikirkan BOPI dan juga Tim 9 dalam memberikan rekomendasi,"papar Harbiansyah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) itu.
(aww)
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
Bank QNB Indonesia Fokus...
Bank QNB Indonesia Fokus Garap Pasar Korporasi dan Konglomerasi
Upaya Bank Menyediakan...
Upaya Bank Menyediakan Solusi Akses Pendidikan Anak Berkualitas
Bank QNB Indonesia Luncurkan...
Bank QNB Indonesia Luncurkan Reksa Dana Berbasis USD
Bank QNB Indonesia Dapat...
Bank QNB Indonesia Dapat Setoran Modal Tambahan Sebesar Rp442,9 Miliar
Bank QNB Indonesia Memperkuat...
Bank QNB Indonesia Memperkuat Fokus pada Bisnis Perbankan Korporasi
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
52 menit yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
1 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
1 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
1 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
2 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
7 jam yang lalu
Infografis
Digulingkan Pemberontak,...
Digulingkan Pemberontak, Ke Mana Bashar Al Assad Kabur?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved